Pasal 4
BAB 2 — IDENTITAS
(1) PNL memiliki lambang berbentuk bungong seulanga berkelopak 5 (lima) yang sedang mekar berwarna kuning dengan garis tepi berwarna hitam yang di dalamnya terdapat: a. kubah masjid bergaris hitam, rencong bergagang hitam bermata kuning emas serta buku dan pena;
b. ikatan pita yang di dalamnya terdapat tulisan ÉLEUMÉÉ BEULE ADAB BEUNA; dan c. tulisan POLITEKNIK NEGERI membentuk setengah lingkaran di atas kubah dan tulisan LHOKSEUMAWE membentuk setengah lingkaran di bawah pita dengan jenis huruf folio Bk BT berwarna hitam. (2) Lambang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memiliki makna sebagai berikut: a. bungong seulanga merupakan bunga khas Aceh bermakna pancaran harapan masa depan yang lebih cemerlang; b. bungong seulanga berkelopak 5 (lima) bermakna rukun Islam yang dijadikan sebagai pedoman hidup; c. kubah masjid bermakna nilai-nilai agama, iman, dan takwa; d. rencong bermakna nilai-nilai sosial dan budaya; e. buku dan pena bermakna ilmu pengetahuan dan teknologi; f. tulisan ÉLEUMÉÉ BEULE ADAB BEUNA (berilmu dan beradab) bermakna tekad PNL untuk menghasilkan manusia yang berilmu pengetahuan dan berakhlak mulia; dan g. warna kuning bungong seulanga bermakna rasa aman, damai, dan sejahtera. (3) Warna lambang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memiliki kode warna sebagai berikut: Lambang Warna Kode Warna (RGB) kelopak bungong seulanga kuning 255, 255,0 -garis tepi kelopak bungong seulanga, kubah masjid, buku, dan pita - gagang rencong, pena, tulisan ÉLEUMÉÉ BEULE ADAB BEUNA, POLITEKNIK NEGERI, dan LHOKSEUMAWE hitam 0, 0, 0
mata rencong kuning emas 255, 215, 0
buku dan pita putih 255, 255, 255 (4) Lambang PNL sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sebagai berikut:
(5) Ketentuan lebih lanjut mengenai lambang PNL diatur dengan Peraturan Direktur.
