Pasal 7
BAB 4 — JENIS DAN BENTUK BANTUAN
(1) Bantuan sarana dan prasarana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf c merupakan bantuan kepada
perseorangan, badan penyelenggara perguruan tinggi swasta, perguruan tinggi, dan lembaga riset. (2) Pemberian bantuan sarana dan prasarana sebagiamana dimaksud pada ayat (1) kepada penerima bantuan dapat diberikan dalam bentuk : a. uang; atau b. barang. (3) Bantuan sarana dan prasarana dalam bentuk uang diberikan dengan ketentuan: a. barang bantuan dapat diproduksi dan/atau dihasilkan oleh penerima bantuan; atau b. nilai per jenis barang bantuan di bawah Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) yang dapat dilaksanakan oleh penerima bantuan. (4) Pemberian bantuan sarana dan prasarana sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dilakukan secara langsung dari rekening kas negara ke rekening penerima bantuan sarana dan prasarana melalui mekanisme LS. (5) Pembayaran ke rekening penerima bantuan sarana dan prasarana sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf b dapat dilakukan sekaligus. (6) Pencairan dana bantuan sarana dan prasarana dalam bentuk uang sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a, dilakukan melalui tahapan sebagai berikut: a. Tahap I sebesar 70% (tujuh puluh persen) dari keseluruhan dana bantuan sarana dan prasarana setelah perjanjian kerja sama ditandatangani oleh penerima bantuan dan PPK; b. Tahap II sebesar 30% (tiga puluh persen) dari keseluruhan dana bantuan sarana dan prasarana, apabila prestasi pekerjaan telah mencapai 50% (lima puluh persen). (7) Bantuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak termasuk bantuan untuk keperluan rehabilitasi/pembangunan gedung/bangunan. (8) Kriteria penerima bantuan sarana dan prasarana diatur dalam petunjuk teknis yang ditetapkan oleh KPA.
