Pasal 24
BAB 4 — PENINJAUAN PEMBONGKARAN BANGUNAN GEDUNG
(1) Sistem struktur Bangunan Gedung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 ayat (1) huruf b harus menjadi pertimbangan dalam pemilihan metode Pembongkaran. (2) Sistem struktur Bangunan Gedung sebagaimana dimaksud pada ayat (1), secara umum meliputi: a. struktur atas (upper structures); dan b. struktur bawah (sub structures). (3) Struktur atas Bangunan Gedung sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a meliputi: a. komponen vertikal; dan b. komponen horizontal. (4) Komponen vertikal sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf a dapat berupa: a. dinding pemikul beban (bearing wall); b. dinding geser (shear wall); dan/atau c. kolom. (5) Komponen horizontal sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf b dapat berupa: a. balok; b. pelat lantai atau atap; dan/atau c. rangka atap. (6) Struktur bawah bangunan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b dapat berupa:
a. fondasi dangkal; dan/atau b. fondasi dalam. (7) Fondasi dangkal sebagaimana dimaksud pada ayat (6) huruf a, dapat berupa: a. fondasi tapak atau setempat; b. fondasi lajur; dan/atau c. fondasi pelat (slab on grade). (8) Fondasi dalam sebagaimana dimaksud pada ayat (6) huruf b, dapat berupa: a. fondasi sumuran; b. fondasi tiang pancang; dan/atau c. fondasi tiang bor. (9) Sistem struktur atas (upper structures) Bangunan Gedung sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a, dikelompokkan menjadi: a. struktur linear; b. struktur bidang; dan c. struktur ruang. (10) Sistem struktur atas (upper structures) Bangunan Gedung sebagaimana dimaksud pada ayat (9) memiliki keberagaman sebagaimana tercantum dalam gambar 33 Lampiran mengenai gambar ilustrasi ragam dan variasi sistem struktur bangunan.
