Pasal 26
BAB 6 — TATA CARA PENGADAAN BADAN USAHA PELAKSANA
(1) Pemilihan badan usaha pelaksana dengan pelelangan satu tahap sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 huruf a, dilakukan untuk proyek KPBU SDA yang memiliki karakteristik: a. spesifikasi dari penyediaan infrastruktur SDA dapat dirumuskan dengan jelas; dan b. tidak memerlukan diskusi optimalisasi teknis dalam rangka mencapai output yang optimal. (2) Evaluasi dokumen penawaran pada pemilihan badan usaha pelaksana dengan pelelangan satu tahap
menggunakan metode: a. sistem gugur dengan ambang batas (teknis) dan finansial terbaik/rate of investment return terendah; atau b. sistem nilai. (3) Nilai dukungan kelayakan dijadikan parameter finansial yang dikompetisikan pada proyek KPBU SDA yang mendapatkan dukungan kelayakan. (4) Kriteria teknis yang dievaluasi dalam dokumen penawaran sebagaimana dimaksud pada ayat (2), antara lain: a. produksi daya listrik tahunan yang dihasilkan; b. inovasi teknologi yang digunakan; dan c. rencana operasi dan pemeliharaan infrastruktur SDA. (5) Pemilihan badan usaha dengan pelelangan satu tahap sebagaimana dimaksud pada ayat (1), paling sedikit meliputi kegiatan: a. penyiapan undangan kepada badan usaha yang memenuhi kualifikasi dengan melampirkan dokumen permintaan proposal; b. penyampaian surat kerahasiaan; c. pemberian penjelasan; d. perubahan dokumen permintaan proposal, jika diperlukan; e. pemasukan dokumen penawaran sampul I dan sampul II; f. pembukaan dokumen penawaran sampul I; g. evaluasi dokumen penawaran sampul I; h. pemberitahuan hasil evaluasi sampul I; i. pembukaan dokumen penawaran sampul II; j. evaluasi dokumen penawaran sampul II; k. penerbitan berita acara hasil pelelangan; l. penetapan pemenang; m. pengumuman hasil pelelangan; n. sanggahan; o. penerbitan surat pemenang lelang; dan
p. persiapan penandatanganan perjanjian KPBU SDA.
