Pasal 8
BAB 2 — PELAKSANAAN PEMBERIAN TUNJANGAN KINERJA
(1) Pegawai yang melaksanakan cuti tahunan, cuti besar, cuti bersalin, cuti alasan penting, dan cuti sakit, tunjangan kinerja dibayarkan secara proporsional dengan persentase sebagai berikut: a. pegawai yang mengambil cuti tahunan, tunjangan kinerja dibayarkan sebesar 100% (seratus per seratus); b. pegawai yang mengambil cuti besar, tunjangan kinerja dibayarkan sebagai berikut:
bulan pertama sebesar 80% (delapan puluh per seratus);
bulan kedua sebesar 60% (enam puluh per seratus); dan
bulan ketiga sebesar 40% (empat puluh per seratus). c. pegawai yang mengambil cuti bersalin untuk kelahiran anak ke 3 (tiga) dan seterusnya, Tunjangan Kinerja dibayarkan sebagai berikut:
bulan pertama sebesar 80% (delapan puluh per seratus);
bulan kedua sebesar 60% (enam puluh per seratus); dan
bulan ketiga sebesar 40% (empat puluh per seratus). d. pegawai yang mengambil cuti alasan penting, Tunjangan Kinerja dibayarkan sebagai berikut:
bulan pertama sebesar 80% (delapan puluh per seratus); dan
bulan kedua sebesar 40% (empat puluh per seratus). e. pegawai yang mengambil cuti sakit, Tunjangan Kinerja dibayarkan sebagai berikut:
sakit selama 1 (satu) hari sampai dengan 5 (lima) hari sebesar 100% (seratus per seratus);
sakit selama 6 (enam) hari sampai dengan 14 (empat belas) hari sebesar 80% (delapan puluh per seratus);
sakit selama 15 (lima belas) hari sampai dengan 30 (tiga puluh) hari sebesar 60% (enam puluh per seratus);
sakit selama 1 (satu) bulan sampai dengan seterusnya sebesar 40% (empat puluh per seratus). (2) Pegawai yang melaksanakan cuti tahunan, cuti besar, cuti bersalin, cuti alasan penting, dan cuti sakit sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sebagaimana tercantum dalam lampiran 4 yang merupakan bagian tidak terpisahkan dengan Peraturan Menteri ini.
