Pasal 8
BAB 4 — TUGAS JABATAN, UNSUR DAN SUBUNSUR KEGIATAN, URAIAN KEGIATAN TUGAS JABATAN, DAN HASIL KERJA
(1) Uraian kegiatan Jabatan Fungsional Penata Perizinan sesuai dengan jenjang jabatannya, ditetapkan dalam butir kegiatan sebagai berikut: a. Penata Perizinan Ahli Pertama, meliputi:
- menyusun prosedur instruksi kerja pelayanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan;
- menyusun skema pelayanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan dinamis berbasis wilayah pengguna layanan;
- menyusun skema pelayanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan berbasis urusan/sektor;
- menyusun laporan penyelenggaraan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan;
- melakukan kesesuaian data kelayakan survei lapangan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan;
- menyusun prosedur sistem pelayanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan terintegrasi;
- menyusun bisnis proses pengembangan sistem
pelayanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan terintegrasi; 8. menyusun rencana kerja sama antar penyelenggara layanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan; 9. menyusun maklumat pelayanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan; 10. menyusun konsep prosedur penyederhanaan pelayanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan; 11. mengidentifikasi kebutuhan alat peraga penyelenggaraan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan; 12. menyusun konsep masukan teknis biaya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan; 13. mengidentifikasi konsultasi pelayanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan pada media informasi publik; 14. melakukan layanan konsultasi pelayanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan; 15. merumuskan tatacara partisipasi masyarakat dalam pelayanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan; 16. memetakan permasalahan partisipasi terhadap pelayanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan; 17. menyusun rencana penyuluhan masyarakat pada pelayanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan; 18. menyusun laporan mediasi, konsiliasi, atau ajudikasi pelayanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan; 19. menyusun tanggapan atas pengaduan masyarakat pada pelayanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan;
mengidentifikasi jenis sanksi pelanggaran dalam pelayanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan;
menyusun rekomendasi rentang waktu penyelesaian produk layanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan;
menyusun laporan hasil pemetaan pelanggaran pelayanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan;
mengidenfikasi data Perizinan Berusaha berbasis risiko rendah;
menyusun dokumen Perizinan Berusaha berbasis risiko rendah;
mengidentifikasi hasil pengawasan Perizinan Berusaha berbasis risiko rendah;
merumuskan program kerja pengawasan Perizinan Berusaha berbasis risiko rendah;
merumuskan konsep laporan hasil pengawasan berbasis risiko menengah rendah dan menengah tinggi;
merumuskan instruksi pengawasan berbasis risiko menengah rendah dan menengah tinggi;
menyusun peta data pengawasan berbasis risiko menengah rendah dan menengah tinggi;
mengklasifikasi dokumen Perizinan Berusaha berbasis risiko menengah rendah dan menengah tinggi serta standar;
melakukan pendampingan hasil pengawasan berbasis risiko menengah rendah dan menengah tinggi;
merumuskan pengawasan Perizinan Berusaha berbasis risiko menengah rendah dan menengah tinggi;
menyusun peta data pengawasan Perizinan Berusaha berbasis risiko tinggi;
merumuskan rekomendasi pengawasan Perizinan Berusaha berbasis risiko tinggi;
mengidentifikasi kualifikasi data pengawasan Perizinan Berusaha berbasis risiko tinggi; dan
menyusun laporan berkala pengawasan Perizinan Berusaha berbasis risiko tinggi; b. Penata Perizinan Ahli Muda, meliputi:
melakukan pemeriksaan keabsahan dokumen syarat Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan;
menganalisis kelayakan dokumen pengajuan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan;
merumuskan usulan keputusan permohonan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan;
menganalisis kebutuhan pengembangan sistem pelayanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan terintegrasi;
melakukan pengawasan pengajuan Perizinan pada sistem Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan terintegrasi;
menganalisis hasil pengawasan sistem Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan terintegrasi;
menganalisis kebutuhan pelayanan sesuai segmentasi pengguna layanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan;
mendesain area lokasi dalam rangka penyelenggaraan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan secara bergerak (mobile);
menyusun perkiraan kebutuhan biaya keluaran proses Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
menganalisis permasalahan pelayanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan;
merumuskan rekomendasi penyelesaian
permasalahan pelayanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan; 12. merumuskan konten informasi pelayanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan dalam bentuk elektronik; 13. merumuskan konten informasi pelayanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan dalam bentuk nonelektronik; 14. merumuskan alternatif penyelesaian permasalahan layanan konsultasi pelayanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan; 15. menganalisis kepatuhan masyarakat pada prosedur pelayanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan; 16. menganalisis indeks kemudahan usaha; 17. menganalisis pengaduan langsung pelayanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan; 18. merumuskan konsep rencana tindak lanjut pengaduan masyarakat; 19. merumuskan konsep penyelesaian sengketa Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan; 20. menganalisis data indeks kepuasan masyarakat; 21. merumuskan metode pencegahan praktik percaloan pelayanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan; 22. merumuskan konsep mutu standar pengawasan berbasis risiko rendah; 23. merumuskan rekomendasi hasil pengawasan Perizinan Berusaha berbasis risiko rendah; 24. merumuskan mitigasi risiko dalam pengawasan Perizinan Berusaha berbasis risiko rendah; 25. menganalisis pengawasan Perizinan Berusaha berbasis risiko menengah rendah dan
menengah tinggi; 26. merumuskan instruksi pengawasan Perizinan Berusaha berbasis risiko tinggi; 27. menganalisis dokumen pengawasan Perizinan Berusaha berbasis risiko tinggi; 28. menganalisis hasil laporan pendampingan pengawasan Perizinan Berusaha berbasis risiko tinggi; 29. merumuskan mitigasi risiko dalam pengawasan Perizinan Berusaha berbasis risiko tinggi; dan 30. melakukan pengawasan pascaterbit Perizinan Berusaha berbasis risiko tinggi; c. Penata Perizinan Ahli Madya, meliputi:
- mengkaji konsep keputusan atas permohonan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan;
- menganalisis pelayanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan;
- mengevaluasi pelayanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan;
- mengevaluasi pengembangan sistem pelayanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan terintegrasi;
- merumuskan standar pelayanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan;
- menganalisis perkiraan kebutuhan biaya keluaran proses Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
- melaksanakan evaluasi perkiraan kebutuhan biaya keluaran proses Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
- mengevaluasi hasil rekomendasi penyelesaian permasalahan pelayanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan;
- merumuskan bisnis proses layanan konsultasi
pelayanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan; 10. menganalisis dukungan masyarakat terhadap aktivitas pelayanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan; 11. merumuskan daya saing wilayah pada aktivitas pelayanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan; 12. melakukan advokasi teknis pelayanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan; 13. melakukan mediasi, konsiliasi, atau ajudikasi pelayanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan; 14. merumuskan gugatan pelayanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan; 15. menganalisa pemberian sanksi pelanggaran penyelenggaraan pelayanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan; 16. mengevaluasi hasil pelaksanaan pelayanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan; 17. mengevaluasi standar pelayanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan; 18. merumuskan konsep penghargaan bagi sumber daya manusia pelayanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan; 19. menganalisis hambatan pada saat pemberian pelayanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan; 20. mengevaluasi kualitas produk layanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan; 21. mengevaluasi akses layanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan; 22. merumuskan konsep laporan hasil pengawasan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan
Nonperizinan; 23. merumuskan instruksi pengawasan Perizinan, Perizinan Berusaha berbasis risiko rendah, dan Nonperizinan; 24. mengevaluasi hasil pengawasan Perizinan, Perizinan Berusaha berbasis risiko menengah rendah dan menengah tinggi, dan Nonperizinan; dan 25. merumuskan mitigasi risiko dalam pengawasan Perizinan Berusaha berbasis risiko menengah rendah dan menengah tinggi; dan d. Penata Perizinan Ahli Utama, meliputi:
- merumuskan perkiraan kebutuhan biaya keluaran proses Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
- mengkaji akses informasi pelayanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan;
- merumuskan risalah informasi baru dalam pelayanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan;
- mengevaluasi hasil layanan konsultasi pelayanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan;
- mengkaji kebutuhan pelayanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan;
- mengkaji dampak Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan yang diberikan terhadap kualitas kehidupan masyarakat;
- mengkaji perubahan daya saing wilayah terhadap pelayanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan;
- merumuskan hasil advokasi teknis pelayanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan;
- merumuskan hasil mediasi, konsiliasi, atau ajudikasi pelayanan Perizinan, Perizinan
Berusaha, dan Nonperizinan; 10. merumuskan konsep hasil pengaduan dan tuntutan yang tidak sesuai dengan hasil verifikasi dalam pelayanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan; dan 11. mengevaluasi indeks kepuasan masyarakat terhadap pelayanan Perizinan, Perizinan Berusaha, dan Nonperizinan. (2) Penata Perizinan yang melaksanakan kegiatan tugas jabatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan nilai Angka Kredit sebagaimana tercantum dalam Lampiran I yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. (3) Ketentuan lebih lanjut mengenai rincian uraian kegiatan masing-masing jenjang Jabatan Fungsional Penata Perizinan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan peraturan menteri yang menyelenggarakan urusan di bidang pemerintahan dalam negeri.
