Pasal 22
BAB 2 — PEMBENTUKAN PERATURAN MENTERI
(1) Pemrakarsa menyimpan dokumen proses pembentukan Peraturan Menteri, yang meliputi: a. naskah urgensi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (4); b. Keputusan Menteri tentang Program Pembentukan Peraturan Menteri; c. salinan Keputusan Pimpinan Tinggi Madya tentang penetapan tim penyusun rancangan Peraturan Menteri; d. notula rapat penyusunan Peraturan Menteri; e. notula rapat pembahasan Peraturan Menteri; f. surat permohonan pengharmonisasian; dan g. surat keterangan telah dilakukan pengharmonisasian, pembulatan, dan pemantapan konsepsi terhadap rancangan Peraturan Menteri. (2) Dalam hal usulan penyusunan Peraturan Menteri dengan menggunakan izin prakarsa, Pemrakarsa menyimpan dokumen proses pembentukan Peraturan Menteri, yang meliputi: a. permohonan izin prakarsa kepada Menteri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (1); b. naskah urgensi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (3); c. persetujuan Menteri terhadap permohonan izin prakarsa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (6); d. Keputusan Pimpinan Tinggi Madya tentang penetapan tim penyusun rancangan Peraturan Menteri; e. notula rapat penyusunan Peraturan Menteri;
f. notula rapat pembahasan Peraturan Menteri; g. surat permohonan pengharmonisasian; dan h. surat keterangan telah dilakukan pengharmonisasian, pembulatan, dan pemantapan konsepsi terhadap rancangan Peraturan. (3) BHAKP menyimpan dokumen proses pembentukan Peraturan Menteri, yang meliputi: a. rancangan Peraturan Menteri yang telah mendapatkan paraf persetujuan; b. naskah asli Peraturan Menteri yang telah diundangkan dalam berita negara Republik INDONESIA; dan c. naskah asli surat keterangan telah dilakukan pengharmonisasian, pembulatan, dan pemantapan konsepsi terhadap rancangan Peraturan Menteri.
