Pasal 29
(1) Pengeluaran Benih dan/atau Bibit ke luar negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 huruf b
dilakukan berdasarkan izin dari Direktur Jenderal melalui lembaga OSS untuk kegiatan rehabilitasi hutan atau Kepala Badan untuk kegiatan penelitian.
(2) Kegiatan pengeluaran Benih dan/atau Bibit sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan
DIVA | DIUNDUH PADA 05 NOVEMBER 2023 11 / 37
www.hukumonline.com/pusatdata
oleh:
Instansi Pemerintah;
Badan Usaha; atau
perorangan.
(3) Pengeluaran Benih dan/atau Bibit oleh Badan Usaha dan perorangan sebagaimana dimaksud pada
ayat (2) huruf b dan huruf c wajib memenuhi persyaratan telah ditetapkan sebagai pengada Benih dan pengedar Benih dan/atau Bibit tanaman hutan terdaftar pada Dinas Provinsi yang membidangi kehutanan.
(4) Untuk Pengeluaran Benih dan/atau Bibit oleh Perum Perhutani, penetapan sebagai pengada Benih
dan pengedar Benih dan/atau Bibit tanaman hutan terdaftar oleh Direktur Jenderal.
(5) Benih dan/atau Bibit yang dapat dikeluarkan dari wilayah Negara Republik Indonesia wajib memenuhi
persyaratan:
Benih dan/atau Bibit bermutu yang berasal dari Sumber Benih yang telah bersertifikat dan telah berkembang di Indonesia, yang berasal dari Sumber Benih dengan Klasifikasi TBT, TBS, APB, dan TBP; dan
Benih dan/atau Bibit yang tidak dilindungi oleh peraturan perundang-undangan.
(6) Pengeluaran Benih dan/atau Bibit dilakukan apabila kebutuhan di dalam negeri telah dipenuhi.
