Pasal 3
(1) Usaha dan/atau kegiatan yang baku mutu air limbahnya diatur dalam Peraturan Menteri ini terdiri dari: a. industri pelapisan logam dan galvanis; b. industri penyamakan kulit; c. industri minyak sawit; d. industri karet; e. industri tapioka; f. industri monosodium glutamat dan inosin monofosfat; g. industri kayu lapis; h. industri pengolahan susu; i. industri minuman ringan; j. industri sabun, deterjen dan produk-produk minyak nabati; k. industri bir; l. industri baterai timbal asam; m. industri pengolahan buah-buahan dan/atau sayuran; n. industri pengolahan hasil perikanan; o. industri pengolahan hasil rumput laut; p. industri pengolahan kelapa; q. industri pengolahan daging; r. industri pengolahan kedelai; s. industri pengolahan obat tradisional atau jamu; t. industri peternakan sapi dan babi; u. industri minyak goreng dengan proses basah
www.djpp.kemenkumham.go.id 2014, No.1815 8
dan/atau kering; v. industri gula; w. industri rokok dan/atau cerutu; x. industri elektronika; y. industri pengolahan kopi; z. industri gula rafinasi; aa. industri Petrokimia Hulu; bb. industri rayon; cc. industri keramik; dd. industri asam tereftalat; ee. polyethylene tereftalat; ff. industri petrokimia hulu; gg. industri oleokimia dasar; hh. industri soda kostik/khlor; ii. industri pulp dan kertas; jj. industri ethanol; kk. industri baterai kering; ll. industri cat; mm. industri farmasi; nn. industri pestisida; oo. industri pupuk; pp. industri tekstil; qq. perhotelan; rr. fasilitas pelayanan kesehatan; ss. rumah pemotongan hewan; dan tt. domestik, yang meliputi:
- kawasan pemukiman, kawasan perkantoran, kawasan perniagaan, dan apartemen;
- rumah makan dengan luas bangunan lebih dari 1000 m2 (seribu meter persegi); dan
- asrama yang berpenghuni 100 (seratus) orang atau lebih. (2) Baku mutu air limbah bagi usaha dan/atau kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan berdasarkan: a. kemampuan teknologi pengolahan air limbah yang umum digunakan; dan/atau
www.djpp.kemenkumham.go.id 9 2014, No.1815
b. daya tampung lingkungan di wilayah usaha dan/atau kegiatan, untuk memperoleh konsentrasi dan/atau beban pencemaran paling tinggi. (3) Baku mutu air limbah bagi usaha dan/atau kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran I sampai dengan
