Pasal 11
(1) Identifikasi, penamaan dan pengkodean seluruh sumber emisi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 huruf c paling sedikit berisi: a. sumber emisi utama; b. emisi Fugitif; c. proses yang menyebabkan terjadinya emisi; d. titik koordinat, dan parameter utama yang dihasilkan dari sumber emisi; e. pencatatan data aktivitas, faktor emisi, faktor oksidasi dan konversi emisi; dan f. pemilihan metodologi yang digunakan untuk menghitung beban emisi. (2) Parameter utama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d meliputi: a. Sulfur Dioksida (SO2); b. Nitrogen Oksida (NOx); c. Opasitas; d. Oksigen (O2); e. Karbon Monoksida (CO); f. Karbon Dioksida (CO2); dan g. Total Partikulat. (3) Tata cara identifikasi, penamaan dan pengkodean sumber emisi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan sesuai dengan Lampiran VII Peraturan Menteri ini.
