Pasal 7
BAB 2 — TAHAPAN PENYUSUNAN KERJA SAMA LUAR NEGERI
(1) Tahapan perumusan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf c wajib dilaksanakan oleh Sekretaris Kementerian Koordinator dan/atau Unit Pemrakarsa dengan melibatkan kementerian yang menyelenggarakan
urusan pemerintahan di bidang luar negeri dan/atau kementerian/lembaga lain yang terkait. (2) Perjanjian Kerja Sama Luar Negeri paling sedikit memuat: a. subyek kerja sama; b. maksud dan tujuan kerja sama; c. obyek kerja sama; d. ruang lingkup kerja sama; e. hak, kewajiban, dan tanggung jawab; f. tata cara pelaksanaan; g. pembiayaan; h. penyelesaian perselisihan; i. perubahan/amandemen kerja sama; j. jangka waktu kerja sama; k. keadaan memaksa; l. pemberlakuan dan pengakhiran kerja sama; dan m. para pihak yang menandatangani. (3) Sekretaris Kementerian Koordinator dibantu unit kerja yang menangani urusan Kerja Sama Luar Negeri membuat telaahan hasil perumusan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan menerbitkan berita acara perumusan. (4) Berita acara perumusan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) berisi rekomendasi untuk melanjutkan atau menolak Kerja Sama Luar Negeri dan ditandatangani oleh Sekretaris Kementerian Koordinator. (5) Sekretaris Kementerian Koordinator dan/atau Unit Pemrakarsa melaporkan hasil perumusan Kerja Sama Luar Negeri dengan merujuk kepada berita acara perumusan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) kepada Menteri. (6) Format berita acara perumusan sebagaimana dimaksud pada ayat (5) tercantum dalam Lampiran III yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.
