Pasal 22
BAB 5 — KEHADIRAN
(1) Pemotongan Tunjangan Kinerja dilakukan kepada: a. Pegawai yang tidak masuk kerja tanpa keterangan; b. Pegawai yang terlambat masuk kerja dengan tidak mengganti waktu keterlambatan; c. Pegawai yang terlambat masuk kerja melebihi toleransi keterlambatan (flexy time) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (2); d. Pegawai yang pulang sebelum waktunya; e. Pegawai yang tidak melakukan pencatatan kehadiran dengan mesin finger print atau mengisi fomulir daftar hadir sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 ayat (3); dan f. Pegawai yang tidak menyampaikan Surat Keterangan dan bukti dukung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 ayat (5). (2) Pegawai sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, diberlakukan pemotongan Tunjangan Kinerja sebesar 5% (lima perseratus) untuk tiap 1 (satu) hari tidak masuk kerja.
(3) Pegawai sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b, huruf c, dan huruf d diberlakukan pemotongan Tunjangan Kinerja. (4) Pegawai sebagaimana dimaksud pada ayat 1 huruf e, diberlakukan pemotongan Tunjangan Kinerja sebesar 5% (lima perseratus) untuk tiap 1 (satu) hari. (5) Pegawai sebagaimana dimaksud pada ayat 1 huruf f, diberlakukan pemotongan Tunjangan Kinerja sebesar 5% (lima perseratus) untuk tiap 1 (satu) hari.
