Pasal 37
pasal.id
(1) PPK memiliki tugas dan kewenangan: a. menyusun rencana pelaksanaan kegiatan dan rencana penarikan dana berdasarkan daftar isian pelaksanaan anggaran; b. menerbitkan surat penunjukan penyedia barang/jasa; c. membuat, menandatangani dan melaksanakan perjanjian/kontrak dengan penyedia barang/jasa; d. melaksanakan kegiatan swakelola; e. memberitahukan kepada Kuasa BUN atas perjanjian/kontrak yang dilakukannya; f. mengendalikan pelaksanaan perjanjian/kontrak; g. menguji dan menandatangani surat bukti mengenai hak tagih kepada negara; h. membuat dan menandatangani surat permintaan pembayaran (SPP); i. menyerahkan hasil pekerjaan pelaksanaan kegiatan kepada KPA dengan berita acara penyerahan; j. menyimpan dan menjaga keutuhan seluruh dokumen pelaksanaan kegiatan; k. melaksanakan tugas dan wewenang lainnya yang berkaitan dengan tindakan yang mengakibatkan pengeluaran anggaran belanja negara sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan; l. menyusun perencanaan pengadaan; m. MENETAPKAN spesifikasi teknis/kerangka acuan kerja (kak); n. menyusun rancangan kontrak; o. MENETAPKAN harga perkiraan sendiri (HPS); p. MENETAPKAN besaran uang muka yang akan dibayarkan kepada penyedia; q. mengusulkan perubahan jadwal kegiatan; r. MENETAPKAN tim pendukung;
s. MENETAPKAN tim atau tenaga ahli; t. melaksanakan E-purchasing untuk nilai paling sedikit di atas Rp200.000.000,00; u. MENETAPKAN surat penunjukan penyedia barang/jasa; v. melaporkan pelaksanaan/penyelesaian kegiatan dan realisasi anggaran kepada KPA; w. menyimpan dan menjaga keutuhan seluruh dokumen pelaksanaan kegiatan; x. menilai kinerja penyedia; y. membuat, menandatangani, dan melaksanakan perjanjian dengan penyedia barang/jasa; z. menandatangani berita acara serah terima dengan penyedia barang/jasa aa. atas nama KPA melakukan pemeriksaan kas Bendahara Pengeluaran paling sedikit satu kali dalam satu bulan; dan bb. melakukan pemeriksaan kas BPP paling sedikit satu kali dalam satu bulan. (2) Selain tugas dan kewenangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), PPK melaksanakan tugas dan kewenangan KPA berdasarkan penugasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 ayat (4). (3) PPK bertanggung jawab: a. kebenaran materiil dan akibat yang timbul dari penggunaan bukti mengenai hak tagih kepada negara; b. segi administrasi, fisik, keuangan, dan fungsional atas kegiatan yang dilaksanakannya; c. memastikan telah terpenuhinya kewajiban pembayaran kepada negara oleh pihak yang mempunyai hak tagih kepada negara; d. mengajukan permintaan pembayaran atas tagihan berdasarkan prestasi kegiatan; e. memastikan ketepatan jangka waktu penyelesaian tagihan kepada negara; dan
f. menyiapkan bahan dan melaksanakan tindak lanjut hasil pengawasan aparat pengawasan fungsional yang menjadi tanggung jawabnya.
