Pasal 16
BAB 3 — WEWENANG
(1) Menteri berwenang: a. melakukan penyusunan rancangan UNDANG-UNDANG, rancangan PERATURAN PEMERINTAH, rancangan Peraturan PRESIDEN, dan rancangan Keputusan PRESIDEN; b. mengajukan Prakarsa penyusunan rancangan UNDANG-UNDANG, rancangan PERATURAN PEMERINTAH, rancangan Peraturan PRESIDEN, rancangan Keputusan PRESIDEN, rancangan Peraturan Menteri, dan rancangan Keputusan Menteri; c. mengajukan usulan rancangan PERATURAN PEMERINTAH Pengganti UNDANG-UNDANG berdasarkan penugasan dari PRESIDEN; d. mengajukan usulan rancangan UNDANG-UNDANG tentang Penetapan PERATURAN PEMERINTAH Pengganti UNDANG-UNDANG menjadi UNDANG-UNDANG; e. mengajukan usulan rancangan UNDANG-UNDANG tentang Pencabutan PERATURAN PEMERINTAH Pengganti UNDANG-UNDANG; dan f. MENETAPKAN Peraturan Menteri dan Keputusan Menteri. (2) Menteri melimpahkan kewenangan penandatanganan Keputusan Menteri kepada Sekretaris Jenderal untuk urusan tertentu. (3) Urusan tertentu sebagaimana dimaksud pada ayat (2) meliputi urusan keuangan, kepegawaian, pengelolaan arsip, pengelolaan barang milik negara, pembentukan panitia/tim/ kelompok kerja dan/atau hal yang sejenis, yang berlaku secara internal di lingkungan Kementerian. (4) Penandatanganan Keputusan Menteri sebagaimana dimaksud pada ayat (2) harus menyebutkan atas nama Menteri. wwww.peraturan.go.id
