Pasal 11
BAB 2 — PENYUSUNAN KEBUTUHAN
(1) Perhitungan kebutuhan Jabatan Fungsional APHP didasarkan pada: a. Beban Kerja; dan b. SKR. (2) Beban Kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a berdasarkan jumlah target kerja yang ditetapkan pada tingkat unit kerja atau satuan kerja untuk masing- masing jenjang Jabatan Fungsional APHP. (3) SKR sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b merupakan SKR untuk memperoleh Hasil Kerja yang diukur menggunakan: a. satuan waktu; dan b. satuan hasil. (4) Hasil Kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (3) bagi Jabatan Fungsional APHP Kategori Keterampilan berupa: a. data harga dan volume hasil kelautan dan perikanan; b. data penawaran dan permintaan hasil kelautan dan perikanan; dan
c. data usaha pengolahan dan pemasaran hasil kelautan dan perikanan. (5) Hasil Kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (3) bagi Jabatan Fungsional APHP Kategori Keahlian berupa: a. peta pemasaran hasil kelautan dan perikanan di luar negeri; b. peta pemasaran hasil kelautan dan perikanan di dalam negeri; c. kinerja logistik ikan; d. model bisnis dan/atau kelayakan usaha kelautan dan perikanan; dan e. strategi pemasaran hasil kelautan dan perikanan. (6) Perhitungan kebutuhan Jabatan Fungsional APHP sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.
