Pasal 35
BAB 3 — PEMBENTUKAN PERJANJIAN KERJA LAUT
(1) Penempatan Awak Kapal Perikanan untuk bekerja di Kapal Perikanan dilakukan oleh: a. pemilik Kapal Perikanan; b. operator Kapal Perikanan; c. agen Awak Kapal Perikanan; atau d. secara mandiri.
(2) Penempatan Awak Kapal Perikanan oleh pemilik Kapal Perikanan berbendera INDONESIA atau operator Kapal Perikanan berbendera INDONESIA sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dan huruf b, harus memiliki persyaratan: a. Surat Izin Usaha Perikanan (SIUP); b. Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI); c. Surat Izin Kapal Pengangkutan Ikan (SIKPI); dan d. PKB/CBA; dan e. telah menerapkan PKL. (3) Penempatan Awak Kapal Perikanan oleh pemilik Kapal Perikanan, Operator Kapal Perikanan, atau Agen Awak Kapal Perikanan untuk Kapal Perikanan berbendera asing dengan persyaratan harus: a. terdaftar di Direktorat Jenderal; b. memiliki izin usaha dari menteri yang membidangi ketenagakerjaan; c. menjadi anggota asosiasi; d. memiliki contract labour agreement atau job order atau letter of guarantee atau letter of appointment dari pemilik Kapal Perikanan atau operator Kapal Perikanan yang disahkan oleh negara bendera kapal dan Perwakilan Republik INDONESIA di Luar Negeri; e. memiliki PKB/CBA; f. menerapkan PKL; dan g. memiliki standar operasional prosedur penempatan Awak Kapal Perikanan. (4) Awak Kapal Perikanan yang bekerja melalui penempatan mandiri di Kapal Perikanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d dengan persyaratan: a. melalui sistem perekrutan kembali (rehiring system) oleh pemilik Kapal Perikanan atau operator Kapal Perikanan; dan b. wajib memiliki dokumen Awak Kapal Perikanan.
