Pasal 85
BAB 13 — PERJANJIAN KERJA LAUT
(1) PKL sebagaimana dimaksud dalam Pasal 84 merupakan dokumen yang bersifat mengikat bagi Pemilik atau Operator Kapal Perikanan dan Awak Kapal Perikanan. (2) PKL sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berlaku sejak disahkan oleh Syahbandar di Pelabuhan Perikanan atau Syahbandar. (3) PKL sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dibuat paling sedikit 2 (dua) rangkap asli, dengan ketentuan: a. 1 (satu) asli untuk Pemilik atau Operator Kapal Perikanan; dan b. 1 (satu) asli untuk Awak Kapal Perikanan. (4) PKL sebagaimana dimaksud pada ayat (3) tidak diharuskan untuk dibawa atau disimpan di atas Kapal Perikanan. (5) PKL dinyatakan batal demi hukum dalam hal: a. dokumen Kapal Perikanan, Awak Kapal Perikanan, Pemilik atau Operator Kapal Perikanan tidak sah atau palsu; b. Kapal Perikanan dalam status sengketa atau dinyatakan bermasalah status hukumnya oleh instansi berwenang; c. Awak Kapal Perikanan ditempatkan pada Kapal yang identitasnya tidak sesuai dengan PKL; dan/atau d. Kapal Perikanan dinyatakan tidak laik laut oleh pihak yang berwenang. (6) PKL dinyatakan berakhir dengan sendirinya dalam hal: a. masa berlaku PKL habis; b. Pemilik atau Operator Kapal Perikanan dinyatakan pailit oleh pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap; c. Kapal Perikanan tenggelam; d. Kapal Perikanan dijual secara sah; e. Awak Kapal Perikanan mengalami penganiayaan; f. Awak Kapal Perikanan secara medis dinyatakan tidak dapat bekerja atau sakit; g. Awak Kapal Perikanan meninggal dunia; h. Awak Kapal Perikanan mengundurkan diri; i. Awak Kapal Perikanan terlibat kasus kriminal; j. Awak Kapal Perikanan melakukan tindak pidana melanggar hukum; k. Awak Kapal Perikanan terbukti secara hukum dengan sengaja melakukan perbuatan yang merugikan Pemilik atau Operator Kapal Perikanan; l. Awak Kapal Perikanan tidak ikut berlayar karena kelalaiannya sendiri; dan/atau m. daerah operasional Kapal Perikanan dinyatakan dalam kondisi perang. (7) Dalam hal PKL batal demi hukum sebagaimana dimaksud pada ayat (5) atau berakhir dengan sendirinya sebagaimana dimaksud pada ayat (6) dan Kapal Perikanan masih beroperasi di laut, Pemilik atau Operator Kapal Perikanan harus memulangkan Awak Kapal Perikanan.
(8) Pemulangan Awak Kapal Perikanan sebagaimana dimaksud pada ayat (7) dilakukan dengan: a. memindahkan Awak Kapal Perikanan ke Kapal Perikanan lainnya menuju pelabuhan pangkalan; dan b. mengisi berita acara pemindahan Awak Kapal Perikanan. (9) Format berita acara pemindahan Awak Kapal Perikanan sebagaimana dimaksud pada ayat (8) huruf b tercantum dalam Lampiran XI yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.
