Pasal 84
BAB 13 — PERJANJIAN KERJA LAUT
(1) PKL sebagaimana dimaksud dalam Pasal 83 disusun dalam rangka memberikan perlindungan dari: a. risiko kerja bagi Awak Kapal Perikanan; dan b. risiko usaha bagi Pemilik atau Operator Kapal Perikanan. (2) Risiko kerja dan risiko usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas: a. jam kerja yang tidak menentu dan cenderung lebih lama; b. tidak ada standar jam kerja dan/atau jam istirahat; c. musim Penangkapan Ikan menuntut Awak Kapal Perikanan bekerja terus-menerus; d. daerah operasi Kapal Perikanan memiliki gelombang dan cuaca yang berbahaya; e. perbekalan makanan dan minuman di Kapal Perikanan terbatas; f. kecelakaan kerja; g. ketidakpastian hasil Penangkapan Ikan; dan/atau h. risiko kerja dan risiko usaha lainnya yang disepakati Pemilik atau Operator Kapal Perikanan dengan Awak Kapal Perikanan. (3) PKL sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibuat oleh Pemilik atau Operator Kapal Perikanan bersama dengan Awak Kapal Perikanan, paling sedikit memuat: a. identitas Awak Kapal Perikanan, yang meliputi:
nama lengkap;
umur;
alamat lengkap;
nama dan nomor sertifikat Awak Kapal Perikanan;
nama dan nomor kontak keluarga; dan
nomor Buku Pelaut Perikanan. b. identitas Pemilik atau Operator Kapal Perikanan, yang meliputi:
nama lengkap; dan
alamat lengkap. c. identitas Kapal Perikanan, yang meliputi:
nama Kapal Perikanan;
ukuran gross tonnage;
nomor surat izin penangkapan ikan, surat izin kapal pengangkut ikan, atau surat izin kapal pendukung operasi Penangkapan Ikan; dan
wilayah operasional. d. nama jabatan; e. jenis dan jangka waktu PKL; f. hak dan kewajiban para pihak; g. sistem pengupahan; h. jam kerja, cuti, dan izin kerja meliputi:
waktu istirahat paling sedikit 10 (sepuluh) jam untuk jangka waktu 24 (dua puluh empat) jam atau 77 (tujuh puluh tujuh) jam untuk jangka waktu 7 (tujuh) hari;
jam kerja tidak boleh lebih dari 14 (empat belas) jam untuk jangka waktu 24 (dua puluh empat) jam atau 91 (sembilan puluh satu) jam untuk jangka waktu 7 (tujuh) hari;
cuti selama 10 (sepuluh) hari setiap 6 (enam) bulan atau 20 (dua puluh) hari dalam 1 (satu) tahun; dan
mendapatkan izin tidak bekerja, untuk melangsungkan pernikahan, sakit, pembaruan dokumen, atau orang tua, istri, anak, kakak, atau adik meninggal dunia. i. bukti kepesertaan jaminan sosial bagi Awak Kapal Perikanan. (4) PKL yang dibuat sebagaimana dimaksud pada ayat (3) telah dibaca dan dipahami seluruh isinya oleh Pemilik atau Operator Kapal Perikanan dan Awak Kapal Perikanan sebelum dilakukan penandatanganan PKL. (5) Dalam hal Pemilik atau Operator Kapal Perikanan tidak dapat melakukan penandatanganan PKL sebagaimana dimaksud pada ayat (4), Pemilik atau Operator Kapal Perikanan dapat memberikan kuasa kepada perwakilan Pemilik atau Operator Kapal Perikanan untuk bertindak atas nama Pemilik atau Operator Kapal Perikanan menandatangani PKL. (6) Pemberian kuasa kepada perwakilan Pemilik atau Operator Kapal Perikanan sebagaimana dimaksud pada ayat (5) tidak mengurangi tanggung jawab Pemilik atau Operator Kapal Perikanan kepada Awak Kapal Perikanan. (7) Pemberian kuasa sebagaimana dimaksud pada ayat (5) dibuktikan dengan surat kuasa yang dibuat dengan ketentuan berbentuk: a. akta notaris; b. akta di bawah tangan yang dilegalisasi notaris; atau c. akta di bawah tangan yang dicatatkan notaris. (8) Pembuatan PKL sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dapat dilakukan secara elektronik. (9) Format PKL bagi Awak Kapal Perikanan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) ditetapkan dalam Keputusan Direktur Jenderal.
