Pasal 3
BAB 2 — JENIS USAHA PENGANGKUTAN IKAN HIDUP
(1) Usaha Pengangkutan Ikan Hidup di dalam negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf a, merupakan usaha pengangkutan ikan dari Lokasi Usaha Pembudidayaan ikan di Laut dan/atau sentra nelayan ke Pelabuhan Muat Singgah dan/atau Pelabuhan Tujuan. (2) Usaha Pengangkutan Ikan Hidup di dalam negeri sebagaimana dimaksud pada ayat (1) hanya dapat dilakukan oleh kapal berbendera INDONESIA dan
dioperasikan awak kapal yang berkewarganegaraan INDONESIA. (3) Usaha Pengangkutan Ikan Hidup ke luar negeri untuk tujuan ekspor sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf b, merupakan usaha pengangkutan ikan dari: a. Lokasi Usaha Pembudidayaan Ikan di Laut, dan/atau Pelabuhan Muat Singgah ke Pelabuhan Tujuan di luar negeri, untuk Kapal Pengangkut Ikan Hidup Berbendera INDONESIA; dan b. Pelabuhan Muat Singgah ke Pelabuhan Tujuan di luar negeri, untuk Kapal Pengangkut Ikan Hidup Berbendera Asing. (4) Pelabuhan Muat Singgah sebagaimana dimaksud pada ayat (3) ditetapkan dengan Keputusan Direktur Jenderal Perikanan Tangkap dan Keputusan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya sesuai dengan kewenangannya. (5) Pelabuhan Muat Singgah sebagaimana dimaksud pada ayat (4) harus memenuhi kriteria, adanya: a. pengawas perikanan; b. petugas karantina ikan; c. petugas bea cukai; dan d. petugas imigrasi. (6) Kegiatan di Pelabuhan Muat Singgah sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
