Pasal 74
(1) Pengelola Barang menerbitkan persetujuan KSPI dalam hal permohonan KSPI dianggap layak, dengan mempertimbangkan hasil pelaksanaan tugas tim KSPI. (2) Persetujuan KSPI sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling sedikit memuat: a. data dan informasi BMN yang menjadi objek KSPI; b. peruntukan KSPI, termasuk kelompok/jenis
infrastruktur; c. besaran pembagian atas kelebihan keuntungan (clawback), jika ada; d. jangka waktu Pemanfaatan BMN untuk KSPI; dan e. Penanggung Jawab Pemanfaatan BMN. (3) Dalam hal permohonan KSPI dianggap tidak layak, Pengelola Barang memberitahukan kepada Pengguna Barang beserta alasannya. (4) Dalam hal pelaksanaan KSPI melingkupi BMN pada beberapa Pengguna Barang, Pengelola Barang juga menerbitkan surat persetujuan pengalihan status Penggunaan BMN dari Pengguna Barang lain kepada Pengguna Barang. (5) Persetujuan pengalihan status Penggunaan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) disampaikan kepada Pengguna Barang dan Pengguna Barang lain. (6) Berdasarkan persetujuan pengalihan status Penggunaan, Pengguna Barang lain menyerahkan BMN kepada Pengguna Barang dengan Berita Acara Serah Terima yang ditandatangani oleh Pengguna Barang dan Pengguna Barang lain. (7) Pengguna Barang melaporkan hasil pelaksanaan serah terima sebagaimana dimaksud pada ayat (6) kepada Pengelola Barang. (8) Berdasarkan laporan Pengguna Barang sebagaimana dimaksud pada ayat (7), Pengelola Barang MENETAPKAN status Penggunaan BMN kepada Pengguna Barang. 23. Ketentuan ayat (2) huruf c Pasal 75 diubah sehingga Pasal 75 berbunyi sebagai berikut:
