Pasal 20
(1) Besaran Sewa BMN dalam rangka penyediaan infrastruktur ditetapkan oleh: a. Pengelola Barang, untuk BMN yang berada pada Pengelola Barang; dan b. Pengguna Barang, setelah terlebih dahulu mendapat persetujuan dari Pengelola Barang, untuk BMN yang berada pada Pengguna Barang. (2) Besaran Sewa BMN dalam rangka penyediaan infrastruktur ditetapkan melalui: a. surat persetujuan Sewa dari Pengelola Barang, untuk BMN yang berada pada Pengelola Barang; dan b. keputusan Sewa dari Pengguna Barang, setelah terlebih dahulu mendapat persetujuan dari Pengelola Barang, untuk BMN yang berada pada Pengguna Barang. (3) Besaran Sewa BMN dalam rangka penyediaan infrastruktur berdasarkan nilai wajar sewa yang dihasilkan oleh Penilai dikalikan dengan faktor penyesuai Sewa BMN dalam rangka penyediaan infrastruktur. (4) Besaran Sewa atas BMN dalam rangka penyediaan infrastruktur sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dapat mempertimbangkan nilai keekonomian dari masing-masing jenis infrastruktur. (5) Dihapus. (6) Dihapus.
- Ketentuan Pasal 21 dihapus.
- Ketentuan Pasal 22 diubah, sehingga Pasal 22 berbunyi sebagai berikut:
