Pasal 8
BAB 3 — TATA CARA PELAKSANAAN PEMBAYARAN KEGIATAN YANG DIBIAYAI DENGAN SBSN
Penggantian dana melalui penerbitan SBSN sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 dilakukan dengan mekanisme: a. KPPN menerbitkan SPB SBSN sebesar jumlah pengeluaran yang tercantum dalam SPM belanja satuan kerja yang sumber dananya berasal dari penerbitan SBSN, dengan format tercantum dalam Lampiran I yang
merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. b. KPPN menyampaikan SPB SBSN kepada DJPb c.q. Direktorat Pengelolaan Kas Negara DJPb dengan melampirkan
SP2D satuan kerja yang bersangkutan, paling lambat pada hari kerja berikutnya dengan menggunakan sarana faksimil dan/atau surat elektronik (e-mail). c. Berdasarkan SPB SBSN dan salinan SP2D yang diperoleh sebagaimana dimaksud pada huruf b, DJPb c.q. Direktorat Pengelolaan Kas Negara membuat dan menyampaikan surat permintaan penggantian dana kepada DJPPR c.q. Direktorat Pembiayaan Syariah, paling sedikit 1 (satu) kali dalam sebulan sebagai dasar penerbitan SBSN. d. Berdasarkan surat permintaan penggantian dana sebagaimana dimaksud pada huruf c, DJPPR c.q. Direktorat Pembiayaan Syariah menerbitkan SBSN sesuai dengan jadwal penerbitan berikutnya atau waktu lain sesuai dengan permintaan DJPb c.q. Direktorat Pengelolaan Kas Negara. e. Direktorat Pembiayaan Syariah menyampaikan informasi hasil penerbitan SBSN kepada Direktorat Evaluasi Akuntansi dan Setelmen sebagai dasar dilakukannya pembukuan hasil penerbitan SBSN. f. DJPPR c.q. Direktorat Evaluasi Akuntansi dan Setelmen menyampaikan pemberitahuan penggantian dana kepada DJPb c.q. Direktorat Pengelolaan Kas Negara sebagai bagian dari permintaan pembukuan hasil penerbitan SBSN. g. DJPb c.q. Direktorat Pengelolaan Kas Negara mencatat penerimaan pembiayaan atas penggantian dana pada saat arus kas masuk ke RKUN.
