Pasal 4
BAB 1 — KETENTUAN UMUM
(1) Penyewaan BMN dilakukan dengan tujuan: a. mengoptimalkan Pemanfaatan BMN yang
belum/tidak digunakan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi penyelenggaraan pemerintahan Negara; b. memperoleh fasilitas yang diperlukan dalam rangka menunjang tugas dan fungsi instansi Pengguna Barang; dan/atau c. mencegah penggunaan BMN oleh pihak lain secara tidak sah. (2) Penyewaan BMN dilakukan sepanjang tidak merugikan negara dan tidak mengganggu pelaksanaan tugas dan fungsi penyelenggaraan pemerintahan Negara. (3) Penyewa tidak dapat menyewakan kembali BMN kepada pihak lain, kecuali dengan persetujuan Pengelola Barang. (4) Penyewaan kembali BMN sebagaimana dimaksud pada ayat (3) hanya dapat dilakukan dalam hal sesuai dengan: a. permohonan Pengguna Barang, termasuk maksud dan tujuan penyewaan; dan/atau b. peruntukan sebagaimana tertuang dalam perjanjian.
