Pasal 35
BAB 4 — TATA CARA PENGELOLAAN
(1) Permohonan Pemusnahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 diajukan secara tertulis oleh Kementerian/Lembaga Selaku Counterpart kepada Direktur paling sedikit memuat pertimbangan dan penjelasan permohonan pemusnahan dengan disertai data dan dokumen yang meliputi: a. daftar BMN Aset Lain-lain yang diusulkan untuk dilakukan Pemusnahan; b. nilai perolehan, tahun perolehan, dan foto kondisi terkini barang bersangkutan; dan c. cara Pemusnahan.
(2) Permohonan Pemusnahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ditindaklanjuti oleh Direktur melalui penelitian administrasi dan pengecekan lapangan. (3) Hasil pengecekan lapangan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dituangkan dalam suatu berita acara. (4) Dalam hal berdasarkan hasil penelitian administrasi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan berita acara sebagaimana dimaksud pada ayat (3), permohonan Pemusnahan dinyatakan layak untuk dilakukan sesuai dengan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (1), Direktur memberikan persetujuan Pemusnahan. (5) Persetujuan Pemusnahan paling sedikit memuat: a. identitas BMN Aset Lain-lain yang dilakukan Pemusnahan; b. cara Pemusnahan; c. lokasi BMN Aset Lain-lain yang dilakukan Pemusnahan; dan d. tanggung jawab pejabat pada Kementerian/Lembaga Selaku Counterpart terhadap BMN Aset Lain-lain yang direncanakan untuk dilakukan Pemusnahan. (6) Berdasarkan persetujuan sebagaimana dimaksud pada ayat (4), pejabat yang berwenang pada Kementerian/Lembaga Selaku Counterpart MENETAPKAN keputusan Pemusnahan paling lama 2 (dua) bulan setelah tanggal persetujuan diberikan. (7) Pelaksanaan Pemusnahan dilakukan oleh Kementerian/Lembaga Selaku Counterpart dan dituangkan dalam Berita Acara Pemusnahan serta dilaporkan kepada Direktur paling lama 10 (sepuluh) hari kerja setelah pelaksanaan Pemusnahan. (8) Dalam hal berdasarkan hasil penelitian administrasi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan berita acara sebagaimana dimaksud pada ayat (3) permohonan Pemusnahan dinyatakan tidak layak, permohonan Pemusnahan dikembalikan kepada pemohon disertai dengan alasan yang mendasari penolakan permohonan.
