Pasal 8
(1)
Gubernur
atau
Sekretaris
Daerah
atas
nama
Gubernur menyampaikan surat tagihan pokok PAP
yang terutang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7
ayat (1) secara tertulis kepada Kepala SKK Migas
atau Kepala BPMA.
(2)
Bupati/Walikota atau Sekretaris Daerah atas nama
Bupati/Walikota
menyampaikan
surat
tagihan
pokok PAT dan/atau pokok PPJ yang terutang
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (2) dan
ayat (3) secara tertulis kepada Kepala SKK Migas
atau Kepala BPMA.
(3)
Surat
tagihan
pokok
PAP
dan
pokok
PAT
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2)
dilengkapi dengan:
a.
asli berita acara sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 6 ayat (5) huruf a atau huruf b;
b.
asli Surat Ketetapan Pajak Daerah;
c.
Peraturan Daerah mengenai PAP atau PAT;
d.
Peraturan
Kepala
Daerah
mengenai
nilai
perolehan air permukaan atau nilai perolehan
air tanah; dan
e.
Surat keterangan dari Kepala Daerah atau
Sekretaris Daerah atas nama Kepala Daerah
yang menerangkan bahwa Peraturan Daerah
dan Peraturan Kepala Daerah sebagaimana
dimaksud pada dalam huruf c dan huruf d
masih berlaku.
(4)
Surat tagihan pokok PPJ sebagaimana dimaksud
pada ayat (2) dilengkapi dengan:
a.
asli berita acara sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 6 ayat (5) huruf c;
b.
asli Surat Pemberitahuan Pajak Daerah;
www.peraturan.go.id
2017, No.1822
c.
Peraturan Daerah mengenai PPJ;
d.
Peraturan Kepala Daerah mengenai harga jual
tenaga listrik sesuai dengan ketentuan yang
berlaku; dan
e.
Surat keterangan dari Kepala Daerah atau
Sekretaris Daerah atas nama Kepala Daerah
yang menerangkan bahwa Peraturan Daerah
dan Peraturan Kepala Daerah sebagaimana
dimaksud dalam huruf c dan huruf d masih
berlaku.
(5)
Surat tagihan pokok PAP, pokok PAT, dan pokok PPJ
sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dan ayat (4)
disusun dengan menggunakan format sebagaimana
tercantum dalam Lampiran IV yang merupakan
bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.
- Ketentuan Pasal 9 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut:
