Pasal 20
BAB 6 — KUALITAS AKTIVA
(1) Penempatan dalam bentuk simpanan dengan Prinsip Syariah terdiri dari: a. Surat Berharga Pasar Uang Syariah; dan b. penempatan dalam bentuk lain. (2) Kualitas penempatan Surat Berharga Pasar Uang Syariah ditetapkan sebagai berikut: a. Lancar, apabila memenuhi persyaratan:
terdapat informasi tentang surat berharga tersebut secara transparan;
telah diterima imbalan dalam jumlah dan waktu yang tepat, sesuai akad; dan
belum jatuh tempo. b. Macet, apabila tidak memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud pada huruf a. (3) Kualitas penempatan dalam bentuk lain sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b ditetapkan sebagai berikut: a. Lancar, apabila:
bank yang menerima penempatan memiliki rasio KPMM paling kurang sama dengan ketentuan yang berlaku; dan
memenuhi persyaratan: a) tidak terdapat tunggakan pembayaran pokok untuk Akad Qardh; b) dapat ditarik setiap saat untuk giro berdasarkan Akad Wadiah; atau c) tidak terdapat tunggakan pembayaran nominal investasi dan/atau bagi hasil deposito berdasarkan Akad Mudharabah atau Akad Murabahah. b. Kurang lancar, apabila:
bank yang menerima penempatan memiliki rasio KPMM paling kurang sama dengan ketentuan yang berlaku; dan
memenuhi persyaratan: a) terdapat tunggakan pembayaran pokok sampai dengan 5 (lima) hari kerja untuk Akad Qardh; b) tidak dapat ditarik sampai dengan 5 (lima) hari kerja untuk giro berdasarkan Akad Wadiah; atau c) terdapat tunggakan pembayaran nominal investasi dan/atau bagi hasil sampai dengan 5 (lima) hari kerja untuk deposito dengan Akad Mudharabah atau Akad Murabahah. c. Macet, apabila:
bank yang menerima penempatan memiliki rasio KPMM kurang dari ketentuan yang berlaku;
bank yang menerima penempatan telah ditetapkan dan diumumkan sebagai bank dengan status dalam pengawasan khusus (special surveillance) atau bank telah dikenakan sanksi pembekuan seluruh kegiatan usaha;
bank yang menerima penempatan ditetapkan sebagai bank dalam likuidasi; dan/atau
memenuhi persyaratan: a) terdapat tunggakan pembayaran pokok untuk Akad Qardh lebih dari 5 (lima) hari kerja;
b) tidak dapat ditarik saat jangka waktu lebih dari 5 (lima) hari kerja untuk giro berdasarkan Akad Wadiah; atau c) terdapat tunggakan pembayaran nominal investasi dan/atau bagi hasil lebih dari 5 (lima) hari kerja untuk deposito berdasarkan Akad Mudharabah atau Akad Murabahah.
