Pasal 34
BAB 4 — TATA CARA PENANGANAN PERKARA HUKUM SECARA LITIGASI
(1) Penanganan Perkara Tata Usaha Negara dilakukan sejak Biro atau Sekretariat Unit Eselon I menerima permohonan Penanganan Perkara Hukum dari Penerima Bantuan. (2) Kegiatan penanganan Perkara Tata Usaha Negara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas: a. penyusunan kajian/telaah hukum terhadap objek gugatan; b. penyusunan surat kuasa; c. penyusunan gugatan/ jawaban; d. penyusunan replik/duplik; e. penyiapan alat bukti; f. penyiapan saksi dan/atau ahli; g. penyusunan kesimpulan; h. penyusunan memori banding/kontra memori banding; i. penyusunan memori kasasi/kontra memori kasasi; j. penyusunan memori peninjauan kembali/kontra memori peninjauan kembali; k. pendampingan atau hadir dalam sidang di pengadilan tata usaha negara; l. penyampaian memori banding dan/atau kontra memori banding kepada pengadilan tinggi tata usaha negara melalui pengadilan tata usaha negara; m. penyampaian memori kasasi dan/atau kontra memori kasasi kepada mahkamah agung melalui pengadilan tata usaha negara; n. penyampaian memori peninjauan kembali dan/atau kontra memori peninjauan kembali kepada mahkamah agung melalui pengadilan tata usaha negara;
o. pengajuan permohonan eksekusi atas putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap; dan/atau p. hal-hal lain yang berkaitan dengan penanganan Perkara Tata Usaha Negara. (3) Dalam pelaksanaan kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Biro atau atau Sekretariat Unit Eselon I berkoordinasi dengan unit kerja terkait, kementerian/lembaga terkait, pakar/ahli, akademisi, dan/atau pemangku kepentingan lainnya.
