Pasal 39
BAB 8 — PENGALIHAN HAK RUMAH NEGARA
(1) Persyaratan penghuni yang dapat mengajukan permohonan pengalihan Hak Rumah Negara Golongan III sebagai berikut: b. Pegawai Negeri:
Mempunyai masa kerja sekurang-kurangya 10 (sepuluh) tahun;
Memiliki Surat Ijin Penghunian yang sah;
Belum pernah membeli atau memperoleh fasilitas rumah dan/tanah dari Negara berdasarkan peraturan perundang- undangan yang berlaku. c. Pensiunan Pegawai Negeri:
Menerima pensiunan dari Negara;
Memiliki Surat Ijin Penghunian yang sah;
Belum pernah membeli atau memperoleh fasilitas Rumah dan/atau tanah dari Negara dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. d. Janda/duda pegawai negeri:
Masih berhak menerima pensiunan dari Negara yang: a. Almarhum suami/isterinya sekurang-kurangnya mempunyai masa kerja 10 (sepuluh) tahun pada Negara; atau b. Masa kerja almarhum suami/isterinya ditambah dengan jangka waktu sejak yang bersangkutan menjadi janda/duda berjumlah sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) tahun;
Memiliki Surat Ijin Penghunian yang sah;
Belum pernah membeli atau memperoleh fasilitas Rumah dan/tanah dari Negara berdasarkan peraturan perundang- undangan yang berlaku. (2) Dalam hal penghuni Rumah Negara sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) meninggal dunia, maka pengajuan permohonan pengalihan hak atas Rumah Negara dapat diajukan oleh anak sah dari penghuni yang bersangkutan. (3) Dalam hal pegawai/penghuni yang bersangkutan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) meninggal dan tidak mempunyai anak sah, maka rumah kembali ke Negara. (4) Permohonan pengalihan hak rumah negara sebagaimana format yang tercantum pada lampiran 13 Peraturan ini.
