Pasal 14
BAB 4 — PERJANJIAN PENYELENGGARAAN PRASARANA PERKERETAAPIAN UMUM
(1) Perjanjian Kerjasama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (2) huruf b, meliputi: a. sewa; b. pinjam pakai; c. kerjasama pemanfaatan; d. bangun guna serah/bangun serah guna; atau e. kerjasama penyediaan infrastruktur. (2) Perjanjian kerjasama sebagaimana dimaksud pada ayat (1), paling sedikit memuat: a. para pihak; b. lingkup kerjasama; c. mulai berlaku dan masa kerjasama; d. tarif awal serta formula dan mekanisme penyesuaian tarif; e. hak dan kewajiban para pihak, termasuk risiko yang dipikul para pihak dimana alokasi risiko harus didasarkan pada prinsip pengalokasian risiko secara efisien dan seimbang; f. standar kinerja pelayanan; g. mekanisme pengawasan kinerja pelayanan;
h. penggunaan dan kepemilikan aset infrastruktur; i. pernyataan dan jaminan para pihak bahwa perjanjian pengusahaan sah dan mengikat para pihak dan telah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; j. penggunaan bahasa INDONESIA dalam perjanjian kerjasama pemanfaatan, apabila perjanjian bentuk kerjasama ditandatangani lebih dari 1 (satu) bahasa, maka yang berlaku adalah bahasa INDONESIA; k. skema bagi hasil; l. sanksi dalam hal para pihak tidak memenuhi perjanjian bentuk kerjasama; m. mekanisme penyelesaian sengketa yang diatur secara berjenjang yaitu secara musyawarah mufakat, mediasi, dan arbitrase/pengadilan; n. pemutusan atau pengakhiran perjanjian bentuk kerjasama; o. laporan keuangan badan usaha dalam rangka pelaksanaan perjanjian yang diperiksa secara tahunan oleh auditor independen dan pengumumannya melalui media cetak yang berskala nasional; p. hukum yang berlaku terhadap perjanjian adalah hukum INDONESIA; q. keadaan kahar; r. perubahan-perubahan; dan s. pembatalan perjanjian oleh pemerintah dalam hal Badan Usaha tidak memenuhi kewajiban.
