Pasal 16
(1)
Warga negara yang mendaftar sebagai bakal calon
gubernur, bakal calon bupati, dan bakal calon
walikota, baik yang diusulkan oleh partai politik,
gabungan partai politik, dan/atau perseorangan wajib
mengikuti uji publik.
(2)
Partai politik dan/atau gabungan partai politik dapat
mengusulkan paling banyak 3 (tiga) bakal calon
gubernur, bakal calon bupati, dan bakal calon
walikota untuk mengikuti uji publik.
(3)
Uji publik sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
diselenggarakan oleh panitia uji publik yang bersifat
mandiri yang dibentuk oleh Panlih DPRD provinsi
dan/atau Panlih DPRD kabupaten/kota.
4. Panitia . . .
(4)
Panitia uji publik sebagaimana dimaksud pada ayat (3)
beranggotakan 5 (lima) orang yang berasal dari 3 (tiga)
orang unsur akademisi dan 2 (dua) orang tokoh
masyarakat.
(5)
Uji publik dilaksanakan secara terbuka paling lambat
1 (satu) bulan sebelum pendaftaran calon gubernur,
calon bupati, dan calon walikota.
(6)
Bakal calon gubernur, bakal calon bupati, dan bakal
calon walikota yang telah mengikuti uji publik
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan surat
keterangan dari panitia uji publik sebagaimana
dimaksud pada ayat (3).
(7)
Panitia uji publik mengumumkan para bakal calon
gubernur, bakal calon bupati, dan bakal calon
walikota kepada masyarakat.
(8)
Hasil uji publik disampaikan kepada fraksi DPRD dan
gabungan fraksi DPRD untuk didaftarkan sebagai
calon gubernur, calon bupati, dan calon walikota.
(9)
Hasil uji publik calon perseorangan diserahkan ke
Panlih.
