Pasal 37
BAB 6 — PENGALIHAN STATUS PENGGUNAAN BMN
(1) Penerimaan alih status Penggunaan BMN dari kementerian/lembaga ke satuan di lingkungan Kemhan dan TNI didahului dengan pengajuan izin secara tertulis oleh KPB dan/atau PPB-E1 kepada Pengguna Barang, yang paling memuat: a. pernyataan kesediaan menerima alih status; b. data BMN yang akan diterima dialihkan status
penggunaannya, antara lain jenis, jumlah, nilai perolehan, dan tahun perolehan; c. calon satuan penerima; dan d. penjelasan serta pertimbangan menerima pengalihan status Penggunaan BMN. (2) Dalam hal Pengguna Barang menyetujui/tidak menyetujui permohonan izin penerimaan alih status Penggunaan BMN yang diajukan oleh KPB dan/atau PPB- E1, Pengguna Barang memberitahukan secara tertulis kepada KPB dan/atau PPB-E1 disertai dengan alasannya. (3) Pengajuan izin secara tertulis oleh KPB dan/atau PPB-E1 kepada Pengguna Barang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berlaku untuk: a. BMN selain tanah dan/atau bangunan, yang tidak memiliki bukti kepemilikan, dengan nilai perolehan di atas Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah) per unit/satuan; dan b. BMN yang memiliki bukti kepemilikan. (4) Pengajuan izin secara tertulis oleh KPB dan/atau PPB-E1 kepada Pengguna Barang sebagaimana dimaksud pada ayat (3), dikecualikan untuk BMN selain tanah dan/atau bangunan yang tidak memiliki bukti kepemilikan, dengan nilai perolehan sampai dengan Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah) per unit/satuan.
(5) Penerimaan alih status Penggunaan BMN dari kementerian/lembaga dilaporkan kepada Pengguna Barang secara berjenjang.
