Pasal 15
BAB 3 — PENETAPAN STATUS PENGGUNAAN BARANG MILIK NEGARA
(1) KPB dan/atau PPB-E1 melakukan penetapan status Penggunaan BMN dengan mendasarkan pada hasil penelitian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13. (2) Penetapan status Penggunaan BMN sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan melalui keputusan KPB dan/atau PPB-E1. (3) Dalam hal BMN berada dalam penguasaan KPB dan/atau PPB-E1 baik berasal dari hasil pengadaan maupun perolehan lainnya yang sah, KPB dan/atau PPB-E1 dapat langsung MENETAPKAN status penggunaan BMN tanpa didahului usulan penetapan status penggunaan dari PPBW dan/atau PPB. (4) Keputusan KPB dan/atau PPB-E1 sebagaimana dimaksud pada ayat (2) paling sedikit memuat: a. pertimbangan penetapan status Penggunaan; b. jumlah, jenis dan nilai BMN yang ditetapkan statusnya; c. satuan pengguna; dan d. tindak lanjut penetapan status Penggunaan BMN. (5) Dalam hal KPB dan/atau PPB-E1 tidak menyetujui permohonan PPB-W dan/atau PPB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11, KPB dan/atau PPB-E1 memberitahukan secara tertulis kepada PPB-W dan/atau PPB yang mengajukan permohonan disertai dengan alasannya. (6) Keputusan KPB dan/atau PPB-E1 sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilaporkan kepada Pengelola Barang dan Pengguna Barang paling lambat 1 (satu) bulan sejak ditetapkan.
