Pasal 39
BAB 5 — TATA CARA PEMBERIAN PERIZINAN
(1) Permohonan IUP Eksplorasi harus diajukan kepada Menteri atau gubernur sesuai dengan kewenangannya paling lama 5 (lima) hari kerja: a. setelah Badan Usaha, koperasi, atau perseorangan ditetapkan sebagai pemenang lelang WIUP mineral logam atau WIUP batubara; atau b. setelah penerbitan peta WIUP mineral bukan logam atau WIUP batuan. (2) Permohonan IUPK Eksplorasi harus diajukan kepada Menteri dalam jangka waktu paling lama 5 (lima) hari kerja sejak: a. terbentuknya badan usaha baru sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (2), Pasal 32 ayat (1) atau Pasal 33 ayat (1); b. badan usaha afiliasi menyertakan saham kepada BUMD sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (4);
c. pemberian WIUPK kepada BUMD dalam hal BUMD tidak membentuk badan usaha baru sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (8); d. BUMD ditetapkan sebagai pemenang lelang WIUPK mineral logam atau WIUPK batubara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 ayat (4); atau e. Badan Usaha swasta ditetapkan sebagai pemenang lelang WIUPK mineral logam atau WIUPK batubara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (1). (3) Dalam hal terdapat sanggahan terhadap penetapan pemenang lelang WIUP mineral logam, WIUP batubara, atau WIUPK sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dan ayat (2), permohonan IUP Eksplorasi atau IUPK Eksplorasi harus diajukan paling lambat 5 (lima) hari kerja setelah selesainya masa sanggah atau dikeluarkannya jawaban Menteri terhadap sanggahan bahwa pelaksanaan lelang dan penetapan pemenang lelang WIUP mineral logam, WIUP batubara, atau WIUPK telah benar.
