Pasal 2
BAB 2 — KEWAJIBAN LHKPN DAN LHKASN
(1) Penyelenggara Negara wajib menyampaikan LHKPN kepada KPK. (2) Penyelenggara Negara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas:
a. Menteri; b. Wakil Menteri; c. Anggota DEN yang berasal dari Unsur Pemangku Kepentingan; d. Komite BPH Migas; e. Kepala SKK Migas; f. Wakil Kepala SKK Migas; g. Staf Khusus Menteri; h. Tenaga Ahli Menteri; i. Tenaga Ahli SKK Migas; j. Sekretaris SKK Migas; k. Pengawas Internal SKK Migas; l. Pejabat Pimpinan Tinggi Madya; m. Deputi SKK Migas; n. Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama; o. Pejabat Administrator; p. Pejabat Pengawas; q. Pemimpin Perguruan Tinggi di lingkungan Kementerian; r. Pejabat Fungsional Auditor; s. Pejabat Fungsional Inspektur Minyak dan Gas Bumi; t. Pejabat Fungsional Inspektur Ketenagalistrikan; u. Pejabat Fungsional Inspektur Tambang; v. Pekerja SKK Migas; dan w. Pejabat Pengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. (3) Pejabat Pengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf w, terdiri atas: a. Kuasa Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Barang; b. Pejabat Penandatangan Surat Perintah Membayar; c. Pejabat Penguji Surat Permintaan Pembayaran; d. Bendahara Pengeluaran; e. Bendahara Pengeluaran Pembantu; f. Bendahara Penerimaan; g. Pejabat Pembuat Komitmen; h. Perangkat Organisasi Unit Layanan Pengadaan;
i. Perangkat Organisasi Layanan Pengadaan Secara Elektronik; j. Pejabat Pengadaan Barang dan Jasa; k. Panitia Penerima Hasil Pekerjaan; l. Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan; m. Petugas Pengelola Administrasi Belanja Pegawai; n. Sekretariat Kuasa Pengguna Anggaran; o. Staf Pengelola Keuangan Pada Pejabat Pembuat Komitmen; p. Admin Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan; dan q. Panitia Penghapusan Barang Milik Negara.
