Pasal 21
BAB 6 — SANKSI ADMINISTRATIF
(1) Dirjen Migas melakukan evaluasi atas keberatan tertulis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20 ayat (4) atau Pasal 20 ayat (5) paling lama 30 (tiga puluh) hari kerja sejak diterimanya keberatan tertulis yang dibuktikan dengan tanda terima pengiriman surat. (2) Berdasarkan hasil evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Dirjen Migas atas nama Menteri dapat menerima atau menolak keberatan tertulis yang disampaikan oleh Badan Usaha BBM atau Badan Usaha BBN Jenis Biodiesel. (3) Dalam hal keberatan tertulis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20 ayat (4) atau Pasal 20 ayat (5) diterima
oleh Dirjen Migas atas nama Menteri, Badan Usaha BBM atau Badan Usaha BBN Jenis Biodiesel dibebaskan dari pengenaan sanksi administratif berupa denda sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 ayat (2) huruf a atau Pasal 19 ayat (1) huruf a. (4) Pembebasan pengenaan sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) disampaikan secara tertulis oleh Dirjen Migas Migas atas nama Menteri kepada Badan Usaha BBM atau Badan Usaha BBN Jenis Biodiesel. (5) Dalam hal keberatan tertulis ditolak oleh Dirjen Migas atas nama Menteri, Badan Usaha BBM atau Badan Usaha BBN Jenis Biodiesel dikenai sanksi administratif berupa denda sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 ayat (2) huruf a atau Pasal 19 ayat (1) huruf a. (6) Penolakan keberatan oleh Dirjen Migas atas nama Menteri sebagaimana dimaksud pada ayat (5) bersifat final dan mengikat.
