Pasal 41
BAB 10 — PEMBERHENTIAN DAN PENGANGKATAN KEMBALI
(1) Usulan pemberhentian dari Jabatan Fungsional Pentashih Mushaf Al-Qur’an disampaikan oleh: a. Pejabat Pembina Kepegawaian kepada PRESIDEN bagi PNS yang menduduki Jabatan Fungsional Pentashih Mushaf Al-Qur’an ahli utama; dan b. Pejabat yang Berwenang kepada Pejabat Pembina Kepegawaian bagi PNS yang menduduki Jabatan Fungsional Pentashih Mushaf Al-Qur’an selain Pentashih Mushaf Al-Qur’an ahli utama. (2) Pemberhentian dari Jabatan Fungsional Pentashih Mushaf Al-Qur’an sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a ditetapkan oleh PRESIDEN dalam Keputusan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan. (3) Pemberhentian dari Jabatan Fungsional Pentashih Mushaf Al-Qur’an sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b ditetapkan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian dalam Keputusan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (4) Pejabat Pembina Kepegawaian sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dapat mendelegasikan atau memberikan kuasa kepada paling rendah pejabat Pimpinan Tinggi
Pratama yang membidangi kepegawaian yang ditunjuk untuk MENETAPKAN pemberhentian dari Jabatan Fungsional Pentashih Mushaf Al-Qur’an selain Pentashih Mushaf Al-Qur’an ahli utama.
