Pasal 10
BAB 2 — IDENTITAS
(1) Institut memiliki lambang sebagaimana tercantum di bawah ini:
(2) Lambang Institut sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas unsur yang memiliki makna: a. kubah berwarna hijau (kode gradasi #009B4C) melambangkan kesejukan, kelembutan, kesegaran, kedamaian, dan keseimbangan;
b. bola dunia berwarna biru (kode gradasi #3190F5) melambangkan kejernihan pikiran dan komunikasi; c. kitab terbuka berwarna biru (kode gradasi #00008B) melambangkan bijaksana, kerja sama, dan sopan santun; d. tutup bubungan (timpa laja’) berwarna emas (kode gradasi #FDD700) melambangkan prestasi, kesuksesan, kemenangan, dan kemakmuran; e. tulisan IAIN berwarna merah (kode gradasi #FF0509) melambangkan keberanian, energi, dan semangat; f. tulisan PAREPARE berwarna hitam (kode gradasi #000000) melambangkan keagungan, kemakmuran, percaya diri, dan kuat. (3) Unsur lambang Institut sebagaimana dimaksud pada ayat (2) memiliki makna: a. kubah atau ornamen Islam melambangkan keluasan dan keterbukaan, serta kedamaian dalam naungan ketauhidan dan keagungan Allah Swt.; b. bingkai biru mengilustrasikan kitab al-Quran dan Hadis sebagai sumber dan pedoman utama serta bingkai dalam mengembangkan ilmu, teknologi, dan seni dalam kultur akademik serta sendi kehidupan dalam berbangsa dan bernegara; c. bola dunia melambangkan keluasan horizon, orientasi, dan integrasi ilmu pengetahuan yang Islam Rahmatan lil Aalamiin; d. rumah adat, sebuah karya teknologi yang melambangkan perguruan tinggi keagamaan Islam negeri yang berakulturasi budaya sebagai wadah dalam menuntut ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni; e. tutup bubungan (timpa laja’) bersusun tiga menunjukkan tridharma perguruan tinggi dan menunjukkan ketinggian derajat (status sosial dalam masyarakat) yang dimaknai sebagai ketinggian derajat orang yang berilmu pengetahuan; f. tulisan IAIN mengilustrasikan buku terbuka yang bermakna dasar keilmuan, penyedia informasi, dan sumber penerang insan akademik;
g. tulisan PAREPARE menunjukkan nama kota kedudukan IAIN yang terletak di Provinsi Sulawesi Selatan; dan h. makna lambang secara keseluruhan, Institut sebagai pengemban kajian Akulturasi Budaya dan Islam Rahmatan Lil Alamin dengan berpijak pada kearifan lokal untuk mewujudkan muslim moderat yang berwawasan global dengan prinsip “thinking globally, acting locally” atau berpikir global, bertindak lokal yang malebbi warekkadana, makkiade’ ampena, santun dalam bertutur, sopan dalam berperilaku.
