Pasal 10
BAB 2 — PERIZINAN DI BIDANG PERBENIHAN TANAMAN HUTAN
(1) PNBP perizinan di bidang perbenihan tanaman hutan sebagaimana
Pasal 3 dipungut oleh Pejabat Penagih; (2) Pejabat Penagih sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ditetapkan oleh Direktur Jenderal/Kepala Badan; (3) Pejabat Penagih wajib menerbitkan Surat Perintah Pembayaran PNBP (SPP-PNBP) sebagai dasar pembayaran PNBP yang terhutang; (4) Penerbitan SPP-PNBP permohonan izin di bidang perbenihan tanaman hutan yang terhutang sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dilakukan pada saat penerbitan Keputusan pemberian izin; (5) SPP-PNBP kegiatan izin di bidang perbenihan tanaman hutan yang terutang sebagaimana dimaksud pada ayat (3), dibuat rangkap 4 (empat) : a. Lembar kesatu untuk pemegang izin selaku wajib bayar; b. Lembar kedua untuk Direktur Jenderal/Kepala Badan; c. Lembar ketiga untuk Kepala Balai Perbenihan Tanaman Hutan; d. Lembar keempat untuk arsip pejabat penagih. (6) Format Surat Perintah Pembayaran PNBP Izin Bidang Perbenihan sebagaimana dimaksud pada ayat (6) tercantum dalam Lampiran I Peraturan ini.
