Pasal 3
BAB 2 — OBJEK DAN SUBJEK PENDAFTARAN TANAH KASULTANAN DAN TANAH KADIPATEN
(1) Tanah Keprabon sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) merupakan tanah yang digunakan Kasultanan maupun Kadipaten untuk bangunan istana dan kelengkapannya. (2) Tanah Keprabon yang merupakan tanah yang digunakan Kasultanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), paling sedikit terdiri atas: a. Karaton; b. Alun-alun Lor; c. Alun-alun Kidul; d. Benteng;
e. Jagang; f. Panggung Krapyak; g. Tugu Pal Putih; h. Tamansari; i. Pasar Beringharjo; j. Kepatihan; k. Pasareyan Imogiri Ngayogyakarta; l. Makam Sultan Agungan Ngayogyakarta; m. Makam Kutho Gedhe Ngayogyakarta serta Hastarenggo; n. Pasareyan Giring; o. Makam Giriloyo; p. Makam Wot Galeh; q. Makam Pakuncen; r. Makam Banyu Sumurup; s. Makam Gunung Buthak; t. Makam Widoro Manis; u. Petilasan-Petilasan; v. Pasanggrahan-Pasanggrahan; dan w. Masjid-Masjid Kagungan Dalem. (3) Tanah Keprabon yang merupakan tanah yang digunakan Kadipaten sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling sedikit terdiri atas: a. Pura Pakualam; b. Masjid Besar Pakualaman; c. Alun-alun Sewandanan; d. Kepatihan Pakualaman; e. Labuhan Glagah Kulon Progo; f. Makam Girigondo Kulon Progo; g. Rumah Bintaran Wetan; h. Makam Gunung Ketur; i. Rumah Dinas Kecamatan; j. Komplek Pasareyan Sosrobahu; k. Sekolah Dasar Negeri Puro Pakualaman; l. Komplek Pasareyan dan Masjid Sonyaragi; m. Komplek Lembaga Pemasyarakatan Wirogunan;
n. Rumah Jabatan Kepala Lembaga Pemasyarakatan Wirogunan; o. Makam Sentulrejo; dan p. Makam Prajurit Warungboto.
