Pasal 101
BAB 10 — PEMINDAHTANGANAN
(1) Tukar menukar barang milik daerah dilaksanakan dengan pertimbangan: a. untuk memenuhi kebutuhan operasional penyelenggaraan pemerintahan; b. untuk optimalisasi barang milik daerah; dan c. tidak tersedia dana dalam APBD. (2) Tukar menukar sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ditempuh apabila pemerintah daerah tidak dapat menyediakan tanah dan/atau bangunan pengganti. (3) Selain pertimbangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), tukar menukar dapat dilakukan: a. apabila barang milik daerah berupa tanah dan/atau bangunan sudah tidak sesuai dengan tata ruang wilayah atau penataan Kabupaten; b. guna menyatukan barang milik daerah yang lokasinya terpencar; c. dalam rangka pelaksanaan rencana strategis Pemerintah Pusat/Pemerintah Daerah; d. guna mendapatkan/memberikan akses jalan, apabila objek tukar menukar adalah barang milik daerah berupa tanah dan/atau bangunan; dan/atau e. telah ketinggalan teknologi sesuai kebutuhan, kondisi atau ketentuan Peraturan Perundang-Undangan, apabila objek tukar menukar adalah Barang milik daerah selain tanah dan/atau bangunan. (4) Tukar menukar barang milik daerah dapat dilakukan dengan pihak: a. Pemerintah Pusat; b. Pemerintah Daerah lainnya;
c. Badan Usaha Milik Negara/Daerah atau badan hukum milik pemerintah lainnya yang dimiliki negara; d. Pemerintah Desa; atau e. Swasta. (5) Swasta sebagaimana dimaksud pada ayat (4) huruf e adalah Pihak swasta, baik yang berbentuk badan hukum maupun perorangan.
