Pasal 28
BAB 6 — RENCANA POLA RUANG
(1) Kawasan perlindungan setempat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (3), terdiri atas : a. kawasan sempadan pantai; b. kawasan sempadan sungai; dan c. ruang terbuka hijau kota.
(2) Kawasan sempadan pantai sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, seluas kurang lebih 1.048 (seribu empat puluh delapan) hektar di sepanjang pantai wilayah Kabupaten, dengan ketentuan sebagai berikut : a. daratan sepanjang permukiman desa-desa pesisir di Kabupaten, sempadan pantainya dibatasi oleh prasarana jalan baik itu kolektor primer 1 dan lokal primer; dan atau b. daratan sepanjang tepian laut dengan jarak paling sedikit 100 (seratus) meter dari titik pasang air laut tertinggi ke arah darat.
(3) Kawasan sempadan sungai sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b, adalah seluas kurang lebih 3.646 (tiga ribu enam ratus empat puluh enam) hektar di sepanjang sungai yang ada di wilayah Kabupaten, dengan ketentuan sebagai berikut : a. daratan sepanjang tepian sungai bertanggul dengan lebar paling sedikit 5 (lima) meter dari kaki tanggul sebelah luar; b. daratan sepanjang tepian sungai besar tidak bertanggul di luar kawasan permukiman dengan lebar paling sedikit 100 (seratus) meter dari tepi sungai; c. daratan sepanjang tepian anak sungai tidak bertanggul di luar kawasan permukiman dengan lebar paling sedikit 50 (lima puluh) meter dari tepi sungai; dan d. daratan sepanjang tepian sungai di kawasan permukiman berupa sempadan sungai yang diperkirakan cukup untuk dibangun jalan inspeksi antara 10 - 25 (sepuluh sampai dengan dua puluh lima) meter.
(4) Ruang terbuka hijau kota pada ayat (1) huruf c tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten, dengan ketentuan sebagai berikut : a. Kawasan atau daerah yang memenuhi kriiteria sebagai ruang terbuka hijau; dan atau b. Kawasan ruang terbuka hijau kota yang ditetapkan dengan keputusan bupati.
