Pasal 15
BAB 2 — PEMAJUAN KEBUDAYAAN DAERAH
(1) Pemerintah Daerah dan/atau Setiap Orang dapat melakukan Pemanfaatan Objek Pemajuan Kebudayaan Daerah melalui: a. aktualisasi nilai dan kearifan lokal; b. kegiatan sosial-ekonomi; c. industri kreatif khas; dan d. kolaborasi antar budaya. (2) Aktualisasi nilai dan kearifan lokal sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a meliputi: a. pagelaran; b. pameran ; c. sayembara; d. pengornamenan;
e. lanskap; dan f. perencanaan program pembangunan. (3) Kegiatan sosial-ekonomi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b meliputi: a. gotong royong (besiru/basiru/weharima); b. musyawarah (sangkep/muzakarah rea/mbolo weki); c. peraturan adat/komunal (awig-awig/patata-patiti/nggahi parenta);dan d. kegiatan sosial budaya sebagai sumber penghasilan. (4) Industri kreatif khas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c meliputi kegiatan pembelian atau penggunaan hasil produksi industri kreatif lokal. (5) Kolaborasi antar budaya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d meliputi: a. pertukaran budaya; b. diplomasi budaya; dan c. forum kerapatan budaya.
