Pasal 3
(1) Belanja daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1, terdiri dari : a. Belanja tidak langsung 1) Semula Rp. 446.757.645.127,64
- Bertambah Rp. 1.243.997.675,05
Jumlah Belanja tidak langsung setelah Perubahan Rp. 448.001.642.802,69
b. Belanja langsung 1) Semula Rp. 337.284.953.187,26
- Bertambah Rp. 53.912.021.358,89
Jumlah Belanja langsung setelah Perubahan Rp. 391.196.974.546,15
(2) Belanja tidak langsung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, terdiri dari jenis belanja : a. Belanja pegawai 1) Semula Rp. 385.938.487.218,28
- Berkurang Rp. (8.520.784.700,00)
Jumlah belanja pegawai setelah Perubahan Rp. 377.417.702.518,28
b. Belanja bunga 1) Semula Rp. 2.146.989.033,57
- Bertambah Rp.
- Jumlah belanja bunga setelah Perubahan Rp. 2.146.989.033,57
xiii c. Belanja hibah 1) Semula Rp. 481.36.430.500,00
- Bertambah Rp. 9.600.000.000,00
Jumlah belanja bunga setelah Perubahan Rp. 57.736.430.500,00
d. Belanja bantuan sosial 1) Semula Rp. 8.875.500.000,00
- Bertambah Rp. 1.000.000.000,00
Jumlah belanja bantuan sosial setelah Perubahan Rp. 9.875.500.000,00
e. Belanja bagi hasil 1) Semula Rp. 100.000.000,00
- Bertambah Rp.
- Jumlah belanja bagi hasil setelah Perubahan Rp. 100.000.000,00
f. Belanja tidak terduga 1) Semula Rp. 1.560.238.375,79
- Berkurang Rp. (835.217.624,95)
Jumlah belanja tidak terduga setelah Perubahan Rp. 725.020.750,84
(3) Belanja langsung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b, terdiri dari jenis belanja : a. Belanja pegawai 1) Semula Rp. 43.141.990.946,29
- Bertambah Rp. 3.563.777.221,00
Jumlah belanja pegawai setelah Perubahan Rp. 46.705.768.167,29
xiv b. Belanja barang dan jasa 1) Semula Rp. 104.786.367.261,72
- Bertambah Rp. 10.374.607.931,89
Jumlah belanja barang dan jasa setelah Perubahan Rp. 115.160.975.193,61 c. Belanja modal 1) Semula Rp. 189.356.594.979,25
- Bertambah Rp. 39.763.636.206,00
Jumlah belanja modal setelah Perubahan Rp. 229.120.231.185,25
