Pasal 3
(1) Belanja Daerah sebagaimana dirnaksud dalam Pasal 1 terdiri dari : 9
a. Belanja Tidak Langsung b. Belanja Langsung (2)Belania Tidak Langsung sebagalmana (1)huruf a terdi五da五jenis belan」a: Rp.1.097.701.756.932,00 Rp 494.164.322.090,48 a. Belanja Pegawai b. Belanja Bunga c. Belanja Subsidi d. Belanja Hibah e. Belanja Bantuan Sosial f. Belanja Bagi Hasil diinaksud pada ayat 927.227.851.150,00 0,00 0,00 28.262.765.000,00 5313.620000,00 0,00 Rp Rp. Rp Rp. Rp. Rp. g. Belanja Bantuan Keuangan Keuangan kepada Propinsi/ Kabupaten / Kota, Pemerintahan Desa dan Partai Politik h. Belanja Tidak Terduga (3) Belanja l,angsung sebagaimana huruf b terdiri dari jenis belanja : a. Belanja Pegawai b. Belanja Barang dan Jasa c. Belanja Modal Rp. 133.347.520.782,00 Rp 3.550.000.000,00 diinaksud pada ayat(1) 24.247034.700,00 256.893.761.193,50 213.023526.196,98 p
p
p R
R
R Pasa1 4 (1)Pembiayaan Daerah sebagalmana dimaksud dalam Pasa1 1 terdiH d韻 : a. PeneHmann se」umlah Rp. 101.544.463.756,84 b. Pcngeluaran seJunllah Rp. 17460.000000,00 (2)Penettaan sebagaimana dimaksud pada ayat(1)huruf a terdiH da五jenis pembiayaan: a Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Sebelumnya (SILPA) sejumlah b. Pencairan dana cadangan sejumlah Rp 87.094463756,84 10 Rp 0,00
c. Hasil penjualan kekayaan daerah yang dipisahkan sejumlah Rp. O,O0 d. Penerimaan pinjaman daerah sejumlah Rp. O,00 e. Penerimaan kembali pemberian pinjaman sejumlah Rp. 14.450.000.000,00 f. Penerimaan piutang daerah sejumlah Rp. 0,00 (3) Pengeluaran sebagaimana dimaksud pada ayat (l) huruf b terdiri dari jenis pembiayaan : a. Pembentukan dana cadangan sejumlah Rp. 0,00 b. Penyertaan modal (investasi) pemerintahdaerahsejumlah Rp. 2.260.000.000,00 c. Pembayaran pokok utang sejumlah Rp. 0,00 e. Pemberian pinjaman daerah Sejumlah Rp. 15.200.000.000,00
