Pasal 21
Komposisi Tunjangan Tambahan berdasarkan output sebagaimana ditetapkan dalam Pasal 2, dengan rincian perhitungan sebagai berikut: a. bagi jabatan pengawas adalah sebagai berikut:
pencapaian IKI diberi bobot 70% (tujuh puluh persen); dan
capaian kinerja keuangan diberi bobot 30% (tiga puluh persen). b. bagi jabatan administrasi adalah sebagai berikut:
pencapaian IKI diberi bobot 60% (enam puluh persen); dan
capaian kinerja keuangan diberi bobot 40% (empat puluh persen). c. bagi jabatan pengawas dan jabatan administrasi yang tidak memiliki anggaran, maka capaian kinerja keuanganya dianggap 100% (seratus persen).
d. bagi …
https://jdih.bandung.go.id 11
d. bagi JPT selaku kepala Perangkat Daerah adalah sebagai berikut:
pencapaian IKP diberi bobot 20% (dua puluh persen);
capaian kinerja keuangan diberi bobot 20% (empat puluh persen); dan
pencapaian IKU diberi bobot 60% (enam puluh persen). e. bagi JPT selaku Asisten pada Sekretariat Daerah
Pencapaian IKP diberi bobot 100% (seratus persen).
f. Jabatan yang diberikan TKD berdasarkan pencapaian
output yaitu:
PNS dengan jabatan struktural;
PPNS bersertifikat; dan
Pengelola barang dan jasa.
g. bagi PNS dengan jabatan sebagaimana dimaksud pada huruf f, dapat diberikan lebih dari 1 (satu) jenis TKD berdasarkan pencapaian output; h. bagi jabatan pelaksana yang diberi tugas khusus berdasarkan output, pemberian TKD dihitung dari realisasi pencapaian output; i. realisasi pencapaian output sebagaimana dimaksud pada huruf g, dibuktikan dengan berita acara yang ditandatangi oleh Kepala PD.
- Ketentuan ayat (1) Pasal 24 diubah, sehingga berbunyi sebagai berikut:
