Pasal 34
BAB 5 — TATA UPACARA
(1) Upacara penandatanganan kesepakatan bersama atau perjanjian kerja sama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 huruf f yang memerlukan keprotokolan hanya melibatkan Ketua dan Wakil Ketua.
(2) Kelengkapan upacara penadatanganan kesepakatan bersama atau perjanjian kerja sama yang perlu disiapkan adalah: a. undangan yang dibuat dan dikeluarkan oleh Sekretariat Jenderal melalui unit kerja yang membidangi kerja sama Komnas HAM atau unit kerja yang terkait; b. pembuatan kesepakatan bersama atau perjanjian kerja sama disusun oleh unit terkait berkoordinasi dengan Sekretariat Jenderal melalui unit kerja yang membidangi kerja sama Komnas HAM; c. sambutan atau bahan Ketua; d. susunan acara; e. pembawa acara; f. pembaca ringkasan naskah perjanjian; g. petugas protokol; h. penyusunan tata tempat dan tata upacara; i. alat pengeras suara; j. ballpoint; k. standing pen; l. meja; m. map naskah; n. perlengkapan upacara; o. bendera negara dan bendera meja; dan p. kelengkapan lain yang diperlukan. (3) Upacara penandatanganan kesepakatan bersama atau perjanjian kerja sama ditentukan sebagai berikut: a. Untuk penandatanganan kesepakatan bersama atau perjanjian kerja sama yang secara langsung ditandatangani oleh Ketua adalah sebagai berikut:
- Ketua berdiri disebelah kiri dan pihak lainnya berdiri di sebelah kanan; dan 2) Penandatanganan dilakukan bersamaan oleh Ketua dan pihak lainnya dan dilanjutkan dengan tukar menukar dokumen.
b. Untuk penandatanganan kesepakatan bersama atau perjanjian kerja sama yang disaksikan oleh Ketua adalah sebagai berikut:
Para pihak yang melakukan penandatanganan berdiri berhadapan dengan Ketua;
Pihak atau pejabat di lingkungan Komnas HAM berdiri di sebelah kanan dan pihak lainnya berdiri di sebelah kiri; dan 3) Penandatanganan dokumen dilakukan secara bersamaan dilanjutkan dengan tukar menukar dokumen dan pemberian selamat dari ketua. c. Upacara penandatanganan kesepakatan bersama atau perjanjian kerja sama dengan pihak Negara Asing diatur sebagai berikut:
Perwakilan Pimpinan Negara Asing yang bersangkutan berdiri disebelah kanan Ketua;
Apabila pejabat dari pihak negara asing tersebut Duta Besar, pejabat yang bersangkutan berdiri di sebelah kiri Ketua;
Bendera Negara ditempatkan di sebelah kanan Pimpinan Perwakilan Negara Asing, sedangkan Bendera Negara Asing ditempatkan di sebelah kiri ketua;
Bendera Negara berukuran kecil ditempatkan di atas meja di hadapan Ketua sedangkan bendera negara asing berukuran kecil di atas meja di hadapan Pimpinan Perwakilan Negara Asing yang bersangkutan; dan 5) Pada saat dilakukan penandatanganan naskah kerja sama para peserta upacara dalam keadaan duduk atau berdiri. d. Upacara penandatanganan kesepakatan bersama atau perjanjian kerja sama dilaksanakan dengan susunan acara sekurang-kurangnya sebagai berikut:
pembukaan;
pembacaan ringkasan penandatanganan kesepakatan bersama atau perjanjian kerja sama;
penandatanganan kesepakatan bersama atau perjanjian kerja sama dilanjutkan dengan tukar menukar dokumen;
sambutan pejabat dari instansi yang melakukan kerja sama;
sambutan Ketua;
penutup; dan 7) ramah tamah. (4) Dalam hal upacara penandatanganan kesepakatan bersama atau perjanjian kerja sama dilakukan dengan pihak negara asing, sambutan disampaikan oleh Ketua terlebih dahulu dilanjutkan dengan sambutan Perwakilan/Duta Besar negara asing. (5) Susunan acara dapat disesuaikan dengan situasi yang ada.
