Pasal 21
BAB 2 — PRINSIP MENGENALI PENGGUNA JASA
(1) Dalam hal Pengguna Jasa, Setiap Orang yang bewenang mewakili Pengguna Jasa, dan/atau Pemilik Manfaat (Beneficial Owner) termasuk dalam tingkat risiko rendah, penyedia barang dan/atau jasa lain dapat menerapkan Prinsip Mengenali Pengguna Jasa lebih sederhana. (2) Penerapan Prinsip Mengenali Pengguna Jasa lebih sederhana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan melalui pengumpulan informasi Pengguna Jasa, Setiap Orang yang bewenang mewakili Pengguna Jasa, dan/atau Pemilik Manfaat (Beneficial Owner) sebagai berikut: a. Pengguna Jasa, Setiap Orang yang bewenang mewakili Pengguna Jasa, dan/atau Pemilik Manfaat (Beneficial Owner) tergolong perseorangan paling sedikit sebagai berikut:
- nama lengkap;
- tempat dan tanggal lahir;
- nomor identitas kependudukan, surat izin mengemudi, atau paspor; dan
- alamat kedudukan. b. Pengguna Jasa, Setiap Orang yang bewenang mewakili Pengguna Jasa, dan/atau Pemilik Manfaat (Beneficial Owner) tergolong Korporasi paling sedikit sebagai berikut:
- nama Korporasi;
- alamat kedudukan Korporasi; dan
- identitas pihak yang ditunjuk mempunyai wewenang bertindak untuk dan atas nama Korporasi.
c. Pengguna Jasa, Setiap Orang yang bewenang mewakili Pengguna Jasa, dan/atau Pemilik Manfaat (Beneficial Owner) tergolong perikatan lain (legal arrangements) paling sedikit sebagai berikut:
- nama perikatan lain (legal arrangements); dan
- identitas para pihak yang tercantum dalam perikatan lain (legal arrangements). (3) Pengumpulan informasi Pengguna Jasa, Setiap Orang yang bewenang mewakili Pengguna Jasa, dan/atau Pemilik Manfaat (Beneficial Owner) wajib disertai dengan Dokumen yang memuat informasi sebagaimana dimaksud pada ayat (2).
