Pasal 9
BAB 4 — TATA CARA PENYELENGGARAAN RAPAT PARIPURNA
(1) Diselenggarakan oleh pimpinan yang didahului dengan adanya pemberitahuan atau undangan dari pimpinan kepada semua bidang dan sekretariat. (2) Rapat paripurna wajib dihadiri oleh seluruh anggota atau sekurang- kurangnya oleh 5 (lima) Anggota LPSK. (3) Dalam hal Anggota LPSK tidak dapat hadir secara langsung dalam rapat paripurna, maka anggota tersebut dapat mengikuti rapat dengan bantuan teknologi dan memiliki hak yang sama dengan anggota yang hadir secara langsung. (4) Hak suara dalam pengambilan keputusan dalam rapat paripurna hanya dimiliki oleh anggota LPSK
(5) Rapat paripurna dipimpin oleh Pimpinan LPSK atau anggota yang ditunjuk berdasarkan surat tugas dari Ketua LPSK. (6) Sekretaris dan pegawai yang hadir dalam rapat paripurna, dapat dimintakan pendapatnya, rapat paripurna dimungkinkan menghadirkan pihak-pihak diluar LPSK yang diperlukan (7) Hasil Rapat disusun dalam bentuk risalah atau notulen rapat paripurna yang memuat, antara lain: a. waktu dan tempat penyelenggaraan; b. peserta rapat yang hadir dan keabsahannya, yang dibuktikan dengan tanda tangan; c. agenda pembahasan rapat; d. pendapat bidang; e. kesimpulan rapat; dan f. tindak lanjut. (8) Risalah atau notulen rapat paripurna ditandatangani oleh notulis dan diketahui oleh pimpinan rapat, dengan dilampiri daftar hadir yang telah ditandatangani peserta rapat. (9) Hasil notulen rapat paripurna salinannya diberikan kepada Anggota LPSK. (10) Hasil rapat paripurna ditandatangani dan diparaf oleh seluruh Anggota LPSK yang hadir.
