Pasal 18
BAB 5 — PENGHAPUSBUKUAN DAN PENGHAPUSTAGIHAN
(1) Lembaga Penjamin Simpanan melakukan Penghapusbukuan aset berupa Tagihan jika: a. nilai buku aset berupa Tagihan sebesar Rp1,00 (satu rupiah) dan/atau telah dibentuk cadangan penyisihan penghapusan aset berupa Tagihan sebesar 100% (seratus persen); b. berdasarkan penilaian Lembaga Penjamin Simpanan, perkiraan hasil yang akan diperoleh dari penyelesaian Tagihan lebih kecil dari perkiraan biaya penyelesaian yang akan dikeluarkan; dan/atau c. upaya penagihan tidak dapat dilakukan. (2) Penghapusbukuan aset berupa Tagihan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan setelah Tagihan dinyatakan sebagai TTDT sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13. (3) Penilaian Lembaga Penjamin Simpanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b dapat menggunakan jasa penilai yang ditunjuk oleh Lembaga Penjamin Simpanan.
(4) Upaya penagihan tidak dapat dilakukan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c antara lain: a. Penanggung Utang dan/atau Penjamin Utang tidak mempunyai kemampuan untuk menyelesaikannya; b. Agunan sudah tidak ada; c. Agunan telah dicairkan; d. Agunan tidak lagi mempunyai nilai ekonomis; e. Agunan tidak diketahui lokasi keberadaannya; dan/atau f. pembebanan Agunan yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan. (5) Nilai ekonomis sebagaimana dimaksud pada ayat (4) huruf d ditentukan berdasarkan laporan penilaian bahwa barang jaminan mempunyai nilai jual yang rendah atau sama sekali tidak mempunyai nilai jual.
