Pasal 6
BAB 3 — TATA CARA PENGADAAN BARANG/JASA
(1) Tahapan Pengadaan Barang/Jasa dalam penanganan keadaan darurat meliputi: a. perencanaan pengadaan; b. pelaksanaan pengadaan; dan c. penyelesaian pembayaran. (2) Perencanaan pengadaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a meliputi: a. identifikasi kebutuhan barang/jasa; b. analisis ketersediaan sumber daya; dan c. penetapan cara Pengadaan Barang/Jasa. (3) Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b yang melalui Penyedia dengan tahapan sebagai berikut: a. penerbitan Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ); b. pemeriksaan bersama dan rapat persiapan; c. serah terima lapangan; d. penerbitan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK)/Surat Perintah Pengiriman (SPP); e. pelaksanaan pekerjaan; f. perhitungan hasil pekerjaan; dan g. serah terima hasil pekerjaan.
(4) Tahapan pelaksanaan pengadaan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf a sampai dengan huruf d untuk pengadaan barang dapat digantikan dengan surat pesanan. (5) Pengadaan Barang/Jasa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b yang melalui Swakelola dengan tahapan sebagai berikut: a. mengoordinasikan pihak lain yang akan terlibat dalam penanganan darurat; b. pemeriksaan bersama dan rapat persiapan; c. pelaksanaan pekerjaan; dan d. serah terima hasil pekerjaan. (6) Penyelesaian pembayaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c dengan tahapan sebagai berikut: a. kontrak; b. pembayaran; dan c. post audit.
